Jaga Kestabilan Harga di Tingkat Pedagang, Atikoh Ganjar Ingin Sederhanakan Rantai Pasok
Jum'at, 26 Januari 2024 - 10:40 WIB
loading...
Istri Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti menyampaikan, keinginannya untuk menyederhanakan rantai pasok agar harga pangan bisa lebih stabil. Foto/Dok
A
A
A
PROBOLINGGO - Istri Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo , Siti Atikoh Supriyanti menyampaikan, keinginannya untuk menyederhanakan rantai pasok agar harga pangan bisa lebih stabil. Hal itu diungkapkan saat blusukan ke Pasar Baru Kota Probolinggo, Jl. Cut Nyak Dien, Tisnonegaran, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, hari ini, Jumat (26/1/2024).
"(Mekanisme pasar?) Kalau menurut saya harus ada rantai pasok itu disederhanakan sesederhana mungkin untuk lebih mengefektifkan Bulog, koperasi. Sehingga dari petani itu langsung ke koperasi, Bulog tidak terlalu banyak rentetannya," terangnya.
Baca Juga: Cek Harga Pangan, Ini Potret Atikoh Ganjar Blusukan ke Pasar Induk Bondowoso
Atikoh menilai, panjangnya rantai pasok saat ini membuat harga ke pedagang cukup tinggi. "Kalaupun ada paling ke pedagang besar dulu, terus nanti titiknya dua atau tiga, jangan sampai sembilan seperti sekarang sehingga ketika sampai di konsumen pasti harganya cukup tinggi," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat Atikoh melakukan blusukan, tidak jarang para pedagang memanggil dirinya untuk berbelanja di kios masing-masing. Ketika berbelanja, Atikoh juga beberapa kali berdialog terkait harga-harga komoditas barang jualan para pedagang di pasar tersebut.
"(Mekanisme pasar?) Kalau menurut saya harus ada rantai pasok itu disederhanakan sesederhana mungkin untuk lebih mengefektifkan Bulog, koperasi. Sehingga dari petani itu langsung ke koperasi, Bulog tidak terlalu banyak rentetannya," terangnya.
Baca Juga: Cek Harga Pangan, Ini Potret Atikoh Ganjar Blusukan ke Pasar Induk Bondowoso
Atikoh menilai, panjangnya rantai pasok saat ini membuat harga ke pedagang cukup tinggi. "Kalaupun ada paling ke pedagang besar dulu, terus nanti titiknya dua atau tiga, jangan sampai sembilan seperti sekarang sehingga ketika sampai di konsumen pasti harganya cukup tinggi," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat Atikoh melakukan blusukan, tidak jarang para pedagang memanggil dirinya untuk berbelanja di kios masing-masing. Ketika berbelanja, Atikoh juga beberapa kali berdialog terkait harga-harga komoditas barang jualan para pedagang di pasar tersebut.
Lihat Juga :