Olah Daun Cengkeh Jadi Bernilai Tambah, Indesso Menyambut Presiden Tanzania

Sabtu, 27 Januari 2024 - 09:09 WIB
loading...
Olah Daun Cengkeh Jadi...
Indesso, produsen terkemuka ingredien Flavor & Fragrance, serta Food & Wellness, menyambut Presiden Republik Persatuan Tanzania, Dr. Samia Suluhu Hassan ke pabriknya di Cileungsi, Jawa Barat. Foto/Dok
A A A
CILEUNGSI - Indesso, produsen terkemuka ingredien Flavor & Fragrance, serta Food & Wellness, menyambut Presiden Republik Persatuan Tanzania , Dr. Samia Suluhu Hassan ke pabriknya di Cileungsi, Jawa Barat. Kunjungan ini menekankan komitmen Indesso dalam memperkuat hubungan antara Indonesia-Tanzania melalui investasi jangka panjangnya di Afrika.

Baca Juga: Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk

Keterlibatan Indesso di Tanzania dimulai pada tahun 2019, yang dipelopori acara Indonesia-Africa Infrastucture Dialogue (IAID). Pada acara yang diadakan di Bali lima tahun lalu tersebut, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

Sejalan dengan komitmen ini, Indesso telah mendirikan enam unit distilasi di Tanzania untuk menyuling minyak dari guguran daun cengkeh, produk sampingan yang sering kali dibuang sebagai limbah.

Inisiatif ini telah berdampak signifikan pada industri cengkeh di Tanzania, mengubah apa yang dulu dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya berharga. Indesso berperan penting dalam berbagi keahliannya dengan masyarakat setempat, memberdayakan komunitas lokal untuk memanfaatkan potensi dari produksi minyak daun cengkeh.

Baca Juga: Melalui Pertamina, Presiden Ingin Tingkatkan Kerja Sama Energi di Tanzania

Transformasi ini dicapai melalui praktik bisnis yang berkelanjutan dengan konsep upcycling, traceability, dan transparency. Dampak langsung yang ditimbulkan dari industri penyulingan minyak daun cengkeh bersifat transformatif.

Industri ini telah meningkatkan nilai bahan baku di tingkat sumbernya dan membawa manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat Tanzania di tingkat dasar. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2019, inisiasi penyulingan minyak daun cengkeh Indesso telah meningkatkan pendapatan rumah tangga warga desa hingga empat kali lipat per tahunnya.

Industri ini juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam pengumpulan, transportasi, dan penyulingan daun cengkeh. "Kami bangga bisa menjadi katalisator dalam industri cengkeh Tanzania," kata CEO Indesso Group, Robby Gunawan.

"Dengan berinvestasi di wilayah ini, kami tidak hanya menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan masyarakat setempat," sambungnya.

Industri penyulingan minyak daun cengkeh di Tanzania masih dalam tahap awal pengembangan, tetapi memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan pedesaan secara signifikan. Melihat ke depan, Indesso berharap bahwa inisiatif-inisiatif ini akan berfungsi sebagai katalisator, menginspirasi dan mendorong masyarakat lokal untuk mendirikan lebih banyak unit distilasi di Tanzania.

“Dengan membagikan kisah keberhasilan, pengetahuan, dan keahlian kami, Indesso turut berkontribusi pada pertumbuhan industri berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan ekonomi nasional,” tambah Robby Gunawan.

Kunjungan Presiden Samia ke pabrik Indesso lebih lanjut menegaskan dedikasi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi Tanzania. Indesso berkomitmen untuk menampung hasil produksi minyak cengkeh dari Tanzania, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat lokal untuk terus berkembang-membuat Zanzibar-Tanzania menjadi pusat minyak atsiri baru di wilayah Afrika Timur.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Demonstrasi Pemilu Tanzania...
Demonstrasi Pemilu Tanzania Berujung Kerusuhan, 700 Demonstran Tewas
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Siapa Ernesto Muinuchi...
Siapa Ernesto Muinuchi Kapinga? Kakek Asal Afrika yang Memiliki 16 Istri, 104 Anak, dan 144 Cucu
Rekomendasi
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved