Reliance Beri Rumus Menghitung Harga Saham Murah atau Mahal

Rabu, 23 Mei 2018 - 15:53 WIB
Reliance Beri Rumus...
Reliance Beri Rumus Menghitung Harga Saham Murah atau Mahal
A A A
JAKARTA - Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) menerangkan, cermati fundamental perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan cara melihat Price Earning Ratio (PER) dan Price Book Value (PBV). Dengan itu, maka akan terlihat apakah saham tersebut masih murah atau mahal.
(Baca Juga: Berburu Saham IPO di Tengah Gejolak Pasar Modal )
Direktur Utama Reliance Sekuritas Anita mengatakan, semakin tinggi PER dan PBV suatu perusahaan membuat semakin mahal harga sahamnya. Adapun, rumus PER adalah perbandingan harga saham dengan earning per share (EPS).

Rumus EPS sendiri didapatkan dari perbandingan laba bersih dalam setahun dengan jumlah saham yang beredar di pasar. "Biasanya besaran EPS sudah ada pada laporan keuangan perusahaan," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Sementara, Anita menyampaikan, PBV fokus pada ekuitas perusahaan. Rumus PBV adalah perbandingan antara harga saham dengan book value. "Rumus book value adalah perbandingan antara jumlah ekuitas dengan jumlah saham yang beredar," katanya.

Dia menambahkan, selain itu cermati juga tujuan IPO di prospektus dan perhatikan penggunaan dana hasil IPO. Apakah digunakan untuk membayar utang, melakukan restrukturisasi permodalan atau untuk ekspansi usaha.

Jika hasil IPO digunakan untuk melakukan ekspansi usaha, memberi sinyal positif karena dana tersebut untuk meraih profit baru, sehingga investor dapat menikmati untung. Jika porsi untuk membayar utang cukup besar, gerak perusahaan jadi tak gesit.

Kemudian, investor yang ingin mengambil saham perusahaan IPO juga harus memperhatikan saat proses book building, mengalami oversubscribe atau undersubscribe. Potensi kenaikan harga saham akan lebih besar jika terjadi oversubscribe.

"Membeli saham sama dengan memiliki sebuah perusahaan. Karena itu, investor harus memilih perusahaan mana yang memiliki kinerja bagus sehingga berpeluang memperoleh keuntungan pada masa depan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionTrade: 3 Jenis...
MotionTrade: 3 Jenis Grafik Saham yang Harus Diketahui Investor Saham
MNC Sekuritas Bersiap...
MNC Sekuritas Bersiap Jadi Perusahaan Sekuritas Nomor Satu
Ini 3 Tips Jitu Pilah...
Ini 3 Tips Jitu Pilah dan Pilih Saham IPO dari MNC Sekuritas
Dear Milenial, Berikut...
Dear Milenial, Berikut Tips Memulai Investasi Saham Bagi Pemula
Halo Para Dividend Hunter,...
Halo Para Dividend Hunter, Simak 6 Saham Pilihan Versi Riset MNC Sekuritas Ini!
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali 5 Jenis Saham Ini!
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
8 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
9 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
9 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
9 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
9 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
10 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved