Jika Menang, Trump Rencanakan Perang Dagang Jilid 2 dengan China
Senin, 29 Januari 2024 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Trump dilaporkan berulang kali sesumbar bahwa dirinya telah mendatangkan miliaran dolar ke kas AS melalui tarif pada masa jabatan pertamanya. Dia juga menyetujui dana talangan sekitar USD30 miliar untuk memberi kompensasi kepada petani yang dirugikan oleh tarif balasan yang diberlakukan oleh China.
Baca Juga: 5 Alasan China Terancam Tidak Lagi Menjadi Negara Adikuasa
Tercatat, China menempati peringkat ketiga dalam daftar mitra dagang utama AS, di belakang Meksiko dan Kanada. Pada November tahun lalu, Beijing menyumbang 11,7% dari total perdagangan luar negeri Negeri Paman Sam tersebut.
Menurut para analis yang disurvei oleh surat kabar tersebut, rencana itu jika dilaksanakan, kemungkinan besar akan memicu perang dagang global. "Perang dagang pada tahun 2018 hingga 2019 sangat merugikan, dan ini akan jauh melampaui itu, bahkan sulit untuk membandingkannya dengan hal tersebut," kata Erica York, ekonom senior di Tax Foundation, sebuah wadah pemikir sayap kanan yang menentang tarif, kepada Washington Post.
Hal ini menurutnya mengancam akan menjungkirbalikkan dan memecah-belah perdagangan global ke tingkat yang belum pernah dilihat selama berabad-abad. "Jika pemerintahan Trump mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap impor dari China, perusahaan-perusahaan Amerika akan kehilangan sebagian besar pangsa pasar mereka baik di China maupun di banyak negara ketiga," kata Posen.
Baca Juga: 5 Alasan China Terancam Tidak Lagi Menjadi Negara Adikuasa
Tercatat, China menempati peringkat ketiga dalam daftar mitra dagang utama AS, di belakang Meksiko dan Kanada. Pada November tahun lalu, Beijing menyumbang 11,7% dari total perdagangan luar negeri Negeri Paman Sam tersebut.
Menurut para analis yang disurvei oleh surat kabar tersebut, rencana itu jika dilaksanakan, kemungkinan besar akan memicu perang dagang global. "Perang dagang pada tahun 2018 hingga 2019 sangat merugikan, dan ini akan jauh melampaui itu, bahkan sulit untuk membandingkannya dengan hal tersebut," kata Erica York, ekonom senior di Tax Foundation, sebuah wadah pemikir sayap kanan yang menentang tarif, kepada Washington Post.
Hal ini menurutnya mengancam akan menjungkirbalikkan dan memecah-belah perdagangan global ke tingkat yang belum pernah dilihat selama berabad-abad. "Jika pemerintahan Trump mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap impor dari China, perusahaan-perusahaan Amerika akan kehilangan sebagian besar pangsa pasar mereka baik di China maupun di banyak negara ketiga," kata Posen.
(fjo)
Lihat Juga :