Diterpa Angin The Fed, Kurs Rupiah Hari Ini Jadi Rp15.764/USD
Kamis, 01 Februari 2024 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Komentarnya membuat para pelaku pasar mulai memperkirakan kemungkinan bahwa bank sentral akan mulai menurunkan suku bunga mulai Mei 2024. Para pedagang juga memperhitungkan anggapan bahwa penundaan suku bunga The Fed akan menyebabkan bank tersebut melakukan pelonggaran moneter secara lebih agresif pada tahun 2024, yang mengarah pada penurunan suku bunga yang lebih dalam.
Analis Goldman Sachs mengatakan, mereka masih memperkirakan lima penurunan suku bunga pada tahun 2024, mulai bulan Mei. Alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang lebih dari 60% untuk penurunan 25 basis poin di bulan Mei.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia memberi sinyal adanya peluang menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate. Namun sebelum melakukan itu, BI akan tetap fokus pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Peluang untuk penurunan suku bunga terbuka.
Di semester kedua 2024, BI memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan melakukan penurunan suku bunga.
Selain itu meski masih dibayangi ketidakpastian, kondisi fundamental ekonomi terjaga. Inflasi terjaga dan neraca perdagangan surplus. Kebijakan moneter BI tetap diarahkan pro stability. Pada Januari 2024, BI tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 6 persen.
Analis Goldman Sachs mengatakan, mereka masih memperkirakan lima penurunan suku bunga pada tahun 2024, mulai bulan Mei. Alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang lebih dari 60% untuk penurunan 25 basis poin di bulan Mei.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia memberi sinyal adanya peluang menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate. Namun sebelum melakukan itu, BI akan tetap fokus pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Peluang untuk penurunan suku bunga terbuka.
Di semester kedua 2024, BI memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan melakukan penurunan suku bunga.
Selain itu meski masih dibayangi ketidakpastian, kondisi fundamental ekonomi terjaga. Inflasi terjaga dan neraca perdagangan surplus. Kebijakan moneter BI tetap diarahkan pro stability. Pada Januari 2024, BI tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 6 persen.
Lihat Juga :