Investor Ketir-ketir, Saham Energi Hijau di India Melonjak 5.800%

Sabtu, 03 Februari 2024 - 11:23 WIB
loading...
Investor Ketir-ketir,...
Turbin kincir angin yang menghasilkan tenaga listrik di desa Kalasar, negara bagian Gujarat, India barat. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Saham energi terbarukan di India melonjak drastis selama dua tahun terakhir karena pembeli ritel menumpuk, tetapi valuasi yang terlalu tinggi menunjukkan tanda-tanda peringatan. SG Mart Ltd, produsen energi surya dan angin yang berbasis di Gujarat, telah melonjak lebih dari 5.800% sejak November 2021 ketika Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan bahwa India bertujuan untuk meningkatkan energi bersih hingga lebih dari dua pertiga dari kapasitas keseluruhan. Gensol Engineering Ltd. telah naik lebih dari 3.200%, Zodiac Energy Ltd. 1.000% dan Waar.

"Orang-orang lebih mengikuti siklus hype daripada fundamental," ujar Rajeev Thakkar, kepala investasi di PPFAS Asset Management Pvt. Ltd. dikutip The Economic Times, Sabtu (3/2/2024). "Kami hanya mengamati pasar dan belum berinvestasi" di saham-saham itu," katanya, mengutip rasio imbal hasil yang buruk untuk beberapa perusahaan di sektor ini.

Baca Juga: Mengenal Merpati Mata-Mata yang Diduga Dipakai China

Harga saham yang meroket dari saham-saham kecil ini sekarang menghadapi pemeriksaan, karena lonjakan kapasitas produksi membebani harga dan pendapatan berjuang untuk mengimbangi laju kenaikan. Hal ini mengingatkan pada booming di AS, yang menaikkan valuasi sebelum jatuh membuat saham-saham GS US Renewables yang diuntungkan oleh transisi energi terbarukan turun 43% dari level tertingginya pada Februari 2021. Harga modul surya jatuh ke rekor terendah bulan ini memaksa produsen peralatan terkemuka China menerima kerugian.

"Anjloknya harga di seluruh rantai suplai tenaga surya di China dan Asia Tenggara akan menggagalkan ambisi onshoring di Eropa, India dan Amerika Serikat," tulis Lara Hayim dan Jenny Chase dari Bloomberg dalam sebuah catatan. "Instalasi meningkat, tetapi beberapa produsen akan menjual dengan kerugian tahun ini," kata mereka.

Valuasi Gila

Para pemegang saham terbesar di sektor energi terbarukan India kini menghadapi tantangan dari pendapatan yang sangat kecil akan tetapi valuasi saham-saham melonjak tinggi. Berdasarkan data Bloomberg, SG Mart melaporkan penjualan bersih sebesar 15,6 juta rupee atau USD190.000 dan laba bersih sebesar 2 juta rupee pada tahun fiskal terakhir, tetapi memiliki nilai pasar sebesar USD720 juta.

Baca Juga: Mengapa India Memilih Menjauhi Rusia, tapi Berhati-hati dengan China?

Para pendiri SG Mart telah menjual sebagian kepemilikan mereka di perusahaan ini kepada para investor ritel dan investor kaya di tengah-tengah terjadi lonjakan. Pola yang sama dapat dilihat di Gensol dan Waaree Renewable.
Waaree Renewable dan SG Mart kini memiliki nilai price-to-book masing-masing 99 kali lipat dari pendapatan 12 bulan sebelumnya dan 87 kali lipat jauh lebih tinggi daripada tiga kali lipat indeks Nifty 50.

Selama 12 bulan terakhir, para investor ritel, yang didefinisikan sebagai mereka yang memiliki investasi hingga 200.000 rupee meningkatkan kepemilikan mereka di sebagian besar saham-saham top gainers termasuk Waaree Renewable, Gensol, Taylormade Renewable, dan Zodiac Energy, menurut pengarsipan terbaru. "Saya rasa para investor tidak melakukan hal yang benar dengan mengejar narasi," ujar Amit Doshi, manajer portofolio di Care Portfolio Managers Pvt.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Infografis
10 Kota Terkotor di...
10 Kota Terkotor di Dunia 2024, Enam di Antaranya di India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved