Produksi Januari dan Februari Minus 2,8 Juta Ton, RI Bakal Impor Beras Lagi
Sabtu, 10 Februari 2024 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Arief menegaskan, importasi yang dilakukan sangat terukur sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak mengganggu harga di tingkat petani. "Salah satu indikasinya bisa dilihat dari NTPP (Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan) saat ini adalah yang tertinggi senilai 116,16. Ini yang membuat petani kita semangat untuk menanam," kilahnya.
Baca Juga: Warga Cilegon Menjerit Harga Beras Meroket, Wakil Wali Kota Terima Banyak Aduan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Oktober 2022 NTPP tercatat mulai bangkit melampaui angka 100. Saat itu, NTPP ditetapkan 100,41 dan semakin bertumbuh selama tahun 2023. Indeks rerata NTTP setahun penuh selama 2023 ada di 107,63 dengan capaian indeks tertinggi pada Oktober 2023 di 114,55. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16.
Arief mengatakan, pertumbuhan NTPP tersebut dapat diartikan bahwa petani tanaman pangan semakin sejahtera. Langkah importasi yang dilakukan pemerintah menurutnya tidak begitu berdampak negatif. "Ini karena kita memastikan importasi yang dilakukan adalah importasi yang terukur dan sesuai kalkulasi, serta hanya dipergunakan untuk pelaksanaan program pemerintah saja," tegasnya.
Sebagai tambahan informasi, melihat data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional, lonjakan harga rata-rata beras nasional mulai terjadi sejak bulan Januari. Pada Januari, posisi harga beras medium berada di harga Rp13.310/kg, sedangkan pada bulan Februari sudah berada di harga Rp13.590/kg. Sedangkan untuk beras premium posisi pada bulan Januari di angka Rp15.110/kg, dan pada Februari naik menjadi Rp15.500/kg.
Baca Juga: Warga Cilegon Menjerit Harga Beras Meroket, Wakil Wali Kota Terima Banyak Aduan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Oktober 2022 NTPP tercatat mulai bangkit melampaui angka 100. Saat itu, NTPP ditetapkan 100,41 dan semakin bertumbuh selama tahun 2023. Indeks rerata NTTP setahun penuh selama 2023 ada di 107,63 dengan capaian indeks tertinggi pada Oktober 2023 di 114,55. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16.
Arief mengatakan, pertumbuhan NTPP tersebut dapat diartikan bahwa petani tanaman pangan semakin sejahtera. Langkah importasi yang dilakukan pemerintah menurutnya tidak begitu berdampak negatif. "Ini karena kita memastikan importasi yang dilakukan adalah importasi yang terukur dan sesuai kalkulasi, serta hanya dipergunakan untuk pelaksanaan program pemerintah saja," tegasnya.
Sebagai tambahan informasi, melihat data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional, lonjakan harga rata-rata beras nasional mulai terjadi sejak bulan Januari. Pada Januari, posisi harga beras medium berada di harga Rp13.310/kg, sedangkan pada bulan Februari sudah berada di harga Rp13.590/kg. Sedangkan untuk beras premium posisi pada bulan Januari di angka Rp15.110/kg, dan pada Februari naik menjadi Rp15.500/kg.
(fjo)
Lihat Juga :