Kampanye Angkutan Umum, Pemerintah Gandeng Operator dan Ahli Transportasi
Kamis, 13 Agustus 2020 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga butuh dikampanyekan, jangan hanya kampanye terbang aman lewat pesawat terbang saja. Justru urat nadi itu ada di jalan raya dimana angkutan bus menjadi darahnya,” ungkapnya.
Pemerintah, kata dia dinilai berhasil berhasil memindahkan orang dari angkutan umum ke angkutan pribadi pada lebaran Idul Adha 2020. Hal tersebut terlihat saat kepadatan arus masuk jalan tol dari Jakarta dan sebaliknya. Namun Pengusaha Otobus, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, berharap pemerintah tidak hanya fokus ke angkutan pribadi saja, sebab pekerjaan rumah yang besar ada pada menggairahkan masyarakat naik angkutan umum.
“Ya kalau berkaca dari Idu Adha kemarin pemerintah sukses memindahkan orang dari angkutan umum ke angkutan pribadi. Nah kami di angkutan Bis Antar Kota Antar Provinsi memang ada peningkatan armada operasi 30-50%, dengan okupansi 50-70% tapi tidak ada lonjakan seperti Idul Adha tahun sebelumnya,” ujar Kurnia yang juga Ketua Umum Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dihubungi di Jakarta.
Dia menjelaskan dari total 100% bus yang disiapkan, hanya 30% hingga 50% bis yang beroperasi. “Tapi setelah Idul Adha selesai turun kini terjun bebas,” ucapnya.
Diharapkan pemerintah bisa turun tangan mengantisipasi gairah masyarakat naik angkutan bis yang menurun di masa pandemi. Di sisi lain, adanya stimulus belum mampu menyentuh sektor ini secara keseluruhan.
“Kami juga bisa memberikan garansi kepada masyarakat bahwa naik bus itu aman dari Covid-19 sebab setiap hari dibersihkan dan steril sesua standar,” pungkasnya.
Pemerintah, kata dia dinilai berhasil berhasil memindahkan orang dari angkutan umum ke angkutan pribadi pada lebaran Idul Adha 2020. Hal tersebut terlihat saat kepadatan arus masuk jalan tol dari Jakarta dan sebaliknya. Namun Pengusaha Otobus, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, berharap pemerintah tidak hanya fokus ke angkutan pribadi saja, sebab pekerjaan rumah yang besar ada pada menggairahkan masyarakat naik angkutan umum.
“Ya kalau berkaca dari Idu Adha kemarin pemerintah sukses memindahkan orang dari angkutan umum ke angkutan pribadi. Nah kami di angkutan Bis Antar Kota Antar Provinsi memang ada peningkatan armada operasi 30-50%, dengan okupansi 50-70% tapi tidak ada lonjakan seperti Idul Adha tahun sebelumnya,” ujar Kurnia yang juga Ketua Umum Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dihubungi di Jakarta.
Dia menjelaskan dari total 100% bus yang disiapkan, hanya 30% hingga 50% bis yang beroperasi. “Tapi setelah Idul Adha selesai turun kini terjun bebas,” ucapnya.
Diharapkan pemerintah bisa turun tangan mengantisipasi gairah masyarakat naik angkutan bis yang menurun di masa pandemi. Di sisi lain, adanya stimulus belum mampu menyentuh sektor ini secara keseluruhan.
“Kami juga bisa memberikan garansi kepada masyarakat bahwa naik bus itu aman dari Covid-19 sebab setiap hari dibersihkan dan steril sesua standar,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :