Produksi Beras Domestik Seret, Pakar Wanti-wanti Kenaikan Harga Bisa Bikin Gaduh
Senin, 12 Februari 2024 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya bagi beberapa warga miskin tidak perlu khawatir karena sudah ada PKH (Program Keluarga Harapan), Program Sembako, bantuan pangan beras 10 kg/keluarga/bulan. Bahkan ada BLT Mitigasi Risiko Pangan yang dirapel 3 bulan yakni Rp600 ribu/keluarga.
"Yang perlu perhatian ada kelompok yang hanya beberapa jengkal di atas garis kemiskinan. Kalau harga beras dan pangan naik, mereka potensial menjadi kaum miskin baru. Selama ini mereka belum tersentuh oleh aneka bantuan sosial dan jaring pengaman sosial itu," bebernya.
Sejauh ini Badan Pangan Nasional telah menugaskan Bulog untuk menggencarkan operasi pasar yang bernama SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Beras SPHP bisa jadi pilihan warga miskin/rentan karena harganya lebih terjangkau Rp11.500-11.800/kg, jauh di bawah harga pasar.
Beras premium yang dijual dengan harga medium, diterangkan oleh Khudori bahwa beras SPHP ini bisa menjangkau seluas mungkin warga.
"Saya tidak punya informasi memadai seperti yang disampaikan Aprindo bahwa para pedagang di PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) enggan mengemas ulang beras SPHP dari Bulog dengan kemasan 5 kg. Jika informasi ini benar, sebaiknya pemerintah lewat Bulog memasok beras ke PIBC dalam bentuk kemasan 5 kg, sama seperti beras SPHP selama ini," terangnya.
"Yang perlu perhatian ada kelompok yang hanya beberapa jengkal di atas garis kemiskinan. Kalau harga beras dan pangan naik, mereka potensial menjadi kaum miskin baru. Selama ini mereka belum tersentuh oleh aneka bantuan sosial dan jaring pengaman sosial itu," bebernya.
Sejauh ini Badan Pangan Nasional telah menugaskan Bulog untuk menggencarkan operasi pasar yang bernama SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Beras SPHP bisa jadi pilihan warga miskin/rentan karena harganya lebih terjangkau Rp11.500-11.800/kg, jauh di bawah harga pasar.
Beras premium yang dijual dengan harga medium, diterangkan oleh Khudori bahwa beras SPHP ini bisa menjangkau seluas mungkin warga.
"Saya tidak punya informasi memadai seperti yang disampaikan Aprindo bahwa para pedagang di PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) enggan mengemas ulang beras SPHP dari Bulog dengan kemasan 5 kg. Jika informasi ini benar, sebaiknya pemerintah lewat Bulog memasok beras ke PIBC dalam bentuk kemasan 5 kg, sama seperti beras SPHP selama ini," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :