Anggaran Tambahan Pupuk Subsidi Rp14 Triliun Belum Cair, Pasokan Aman?

Selasa, 13 Februari 2024 - 13:42 WIB
loading...
Anggaran Tambahan Pupuk...
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencairkan anggaran tambahan untuk pupuk bersubsidi senilai Rp14 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencairkan anggaran tambahan untuk pupuk bersubsidi senilai Rp14 triliun. Padahal dana segar itu dibutuhkan untuk menambah 2,5 juta ton pupuk subsidi sepanjang 2024.

Baca Juga: Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi mengatakan, anggaran tambahan masih dalam proses, kendati waktu pencairannya belum diketahui. Dia memastikan, pemerintah akan segera menyuntikan dana bernilai jumbo tersebut.

“Jadi Rp 14 triliun ini sedang berproses, akan turun, tadi Pak Presiden arahannya clear, nanti akan diberikan tambahan pupuk,” ujar Rahmad usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga: Terima Banyak Keluhan Petani, Ganjar Komitmen Selesaikan Permasalahan Pupuk Subsidi

Untuk memenuhi pupuk subsidi di tingkat petani saat musim tanam pertama tahun ini, pemerintah menginstruksikan perseroan menyalurkan pupuk dengan kapasitas 4,7 juta ton. Jumlah ini berasal dari anggaran awal yang telah diberikan Kemenkeu senilai Rp 26 triliun.

Dia memastikan, penyaluran sudah dilakukan secara bertahap. Karena itu, pasokan pupuk di sentra produksi pertanian diyakini masih aman saat ini.

“Tapi yang sudah diberikan anggarannya itu diminta untuk disalurkan segera, untuk musim tanam ini, jadi Insya Allah pupuk stoknya cukup. Sebagian besar sudah ada di daerah, lalu pemerintah menambah anggaran subsidi insya allah tidak ada lagi persoalan pupuk yang mendasar,” paparnya.

Rahmad menyebut, bila anggaran tambahan senilai Rp14 triliun masuk ke kantong perusahaan, maka pihaknya menambah jumlah pupuk subsidi sebanyak 2,5 juta ton. Sehingga alokasi pupuk subsidi pada 2024 mencapai 7,2 juta ton.

“Kemudian terkait pupuk subsidi yang volumenya 4,7 juta ton dan sudah disetujui bapak Presiden, ditambah lagi anggarannya sehingga nanti akan ketemu jumlahnya 7,2 juta ton,” jelasnya.

“Dari 4,7 juta ton yang sudah disetujui itu tadi arahannya supaya diambil pada musim tanam pertama sehingga nanti kalau itu habis akan disiapkan lagi anggaran untuk musim tanam kedua. Demikian Insya Allah kalau pupuk lancar, produksi akan lancar, produksi beras juga akan naik,” bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Operasikan Command Center,...
Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi
Kawal Musim Tanam, Petrokimia...
Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219.000 Ton Pupuk Subsidi
Prabowo Turunkan Harga...
Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20% untuk Petani
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
Rahmad Pribadi Pimpin...
Rahmad Pribadi Pimpin Pupuk Indonesia Raih 4 Penghargaan BUMN 2026
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Penyalahgunaan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Rekomendasi
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved