Ayam Goreng Nelongso Resmi Tercatat di Bursa, Sahamnya Naik 2,88%
Kamis, 15 Februari 2024 - 10:27 WIB
loading...
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) hari ini telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024). FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Motion Digital Technology. MNC Sekuritas menyediakan layanan sekuritas lengkap, termasuk membantu mendampingi klien dalam pendanaan pasar modal, misalnya melalui Initial Public Offering (IPO).
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) hari ini telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024) sebagai emiten ke-18 yang tercatat di BEI pada 2024. Pada pembukaan perdagangan perdananya, saham BAIK berhasil naik 2,88% ke level Rp286 dari harga IPO Rp278.
Baca Juga: BAIK Melantai di Bursa, Simak Kinerja Bisnisnya di Talkshow Market Review IDX Channel
BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku (makanan beku & sembako). Beberapa merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose. Dalam proses IPO ini, BAIK menggandeng PT MNC Sekuritas dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
BAIK menawarkan sebanyak 225.000.000 saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO, yang ditawarkan pada harga sebesar Rp278,- per saham, dan mengalami oversubscribed 117,22 kali saat periode penawaran umum. BAIK berpotensi meraup dana segar hingga Rp62,55 miliar dari IPO. Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 225.000.000 Waran Seri I di mana setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per saham.
Direktur Utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) Nanang Suherman mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dan bersyukur karena diberi kepercayaan untuk bisa melantai di bursa. Menurutnya, ini dapat memberikan perusahaan legitimasi di mata investor, mitra bisnis, dan masyarakat umum, sehingga meningkatkan citra baik perusahaan untuk lebih dipercaya oleh publik.
"Beberapa strategi usaha akan kami lakukan pasca IPO, seperti ekspansi area target outlet, mengoptimalkan pendanaan, menambah varian menu produksi di setiap outlet, ikut serta dalam promo yang disediakan oleh marketplace, menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis, serta membekali tim dengan chatbot," ujar Nanang.
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) hari ini telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024) sebagai emiten ke-18 yang tercatat di BEI pada 2024. Pada pembukaan perdagangan perdananya, saham BAIK berhasil naik 2,88% ke level Rp286 dari harga IPO Rp278.
Baca Juga: BAIK Melantai di Bursa, Simak Kinerja Bisnisnya di Talkshow Market Review IDX Channel
BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku (makanan beku & sembako). Beberapa merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose. Dalam proses IPO ini, BAIK menggandeng PT MNC Sekuritas dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
BAIK menawarkan sebanyak 225.000.000 saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO, yang ditawarkan pada harga sebesar Rp278,- per saham, dan mengalami oversubscribed 117,22 kali saat periode penawaran umum. BAIK berpotensi meraup dana segar hingga Rp62,55 miliar dari IPO. Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 225.000.000 Waran Seri I di mana setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per saham.
Direktur Utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) Nanang Suherman mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dan bersyukur karena diberi kepercayaan untuk bisa melantai di bursa. Menurutnya, ini dapat memberikan perusahaan legitimasi di mata investor, mitra bisnis, dan masyarakat umum, sehingga meningkatkan citra baik perusahaan untuk lebih dipercaya oleh publik.
"Beberapa strategi usaha akan kami lakukan pasca IPO, seperti ekspansi area target outlet, mengoptimalkan pendanaan, menambah varian menu produksi di setiap outlet, ikut serta dalam promo yang disediakan oleh marketplace, menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis, serta membekali tim dengan chatbot," ujar Nanang.
Lihat Juga :