Kebal Covid-19, Bisnis Karang Hias Bisa Datangkan Devisa
Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: KKP Giatkan Pembangunan Coral Garden untuk Pulihkan Ekosistem)
"Kalau budidaya karang hias ini potensinya luar biasa. Seperti dikondisi Covid-19 permintaan pasar tidak terpengaruh. Bahkan lebih tinggi dan pasarnya ke Amerika," jelas Agus.
Agus memaparkan, harga per potong karang hias berkisar antara USD10-35. Khusus di Pantai Pandawa, terdapat 30 masyarakat nelayan yang terlibat dalam usaha budidaya karang hias. Per bulan, masing-masing pembudidaya bisa mengantongi penghasilan Rp3 juta dan saat panen, mereka juga mendapat bonus per potongnya. "Kalau dikasih lahan lebih luas lagi, pelibatan masyarakatnya bisa lebih banyak lagi," imbuhnya.
Adapun penanamannya, kata Agus, tidaklah sulit. Terlebih para pembudidaya bisa memanen karang tiga bulan usai penanaman untuk komoditas fast growing yang bisa seharga USD10 per potong. Dia pun mengungkapkan, pembudidaya karang sempat terpukul saat pelarangan ekspor diberlakukan. Bahkan, banyak para pelaku usaha yang akhirnya gulung tikar.
"Pada saat kita tidak diberikan pelayanan HC (health certificate), ekspor kita terhenti nelayan semua kolaps, itu sampai terjadi makan pun tidak bisa. Bahkan ada yang motornya ditarik leasing, rumah saya disita bank," kenangnya.
"Kalau budidaya karang hias ini potensinya luar biasa. Seperti dikondisi Covid-19 permintaan pasar tidak terpengaruh. Bahkan lebih tinggi dan pasarnya ke Amerika," jelas Agus.
Agus memaparkan, harga per potong karang hias berkisar antara USD10-35. Khusus di Pantai Pandawa, terdapat 30 masyarakat nelayan yang terlibat dalam usaha budidaya karang hias. Per bulan, masing-masing pembudidaya bisa mengantongi penghasilan Rp3 juta dan saat panen, mereka juga mendapat bonus per potongnya. "Kalau dikasih lahan lebih luas lagi, pelibatan masyarakatnya bisa lebih banyak lagi," imbuhnya.
Adapun penanamannya, kata Agus, tidaklah sulit. Terlebih para pembudidaya bisa memanen karang tiga bulan usai penanaman untuk komoditas fast growing yang bisa seharga USD10 per potong. Dia pun mengungkapkan, pembudidaya karang sempat terpukul saat pelarangan ekspor diberlakukan. Bahkan, banyak para pelaku usaha yang akhirnya gulung tikar.
"Pada saat kita tidak diberikan pelayanan HC (health certificate), ekspor kita terhenti nelayan semua kolaps, itu sampai terjadi makan pun tidak bisa. Bahkan ada yang motornya ditarik leasing, rumah saya disita bank," kenangnya.
Lihat Juga :