Usai IPO, Ayam Goreng Nelongso Bakal Ekspansi Bisnis ke IKN
Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Perseroan memastikan pemilihan lokasi yang strategis. Pembukaan gerai baru di IKN diyakini dapat memenuhi target pertumbuhan outlet yang lebih agresif tahun 2024.
“Kami usahakan (pembukaan gerai) tahun ini, tapi keputusannya sudah final bahwa kami akan buka di IKN,” ujar Nanang.
Ayam Goreng Nelongso resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan melepas sebanyak 225 juta saham atau 20,00% dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga yang ditetapkan, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp62,55 miliar.
Perihal penggunaan dana, sebesar 3,48% digunakan untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal yang terbagi menjadi, sekitar 44% untuk pembelian mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan satu unit mesin air blast compressor two stage.
Serta sekitar 56% untuk pembelian kendaraan operasional berupa mobil truk Traga, mobil Suzuky Carry, dan mobil karoseri pendingin masing-masing satu unit, juga lima kendaraan roda dua.
“Kami usahakan (pembukaan gerai) tahun ini, tapi keputusannya sudah final bahwa kami akan buka di IKN,” ujar Nanang.
Ayam Goreng Nelongso resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan melepas sebanyak 225 juta saham atau 20,00% dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga yang ditetapkan, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp62,55 miliar.
Perihal penggunaan dana, sebesar 3,48% digunakan untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal yang terbagi menjadi, sekitar 44% untuk pembelian mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan satu unit mesin air blast compressor two stage.
Serta sekitar 56% untuk pembelian kendaraan operasional berupa mobil truk Traga, mobil Suzuky Carry, dan mobil karoseri pendingin masing-masing satu unit, juga lima kendaraan roda dua.
Lihat Juga :