Kinerja Meningkat, Digiserve Targetkan Pendapatan Naik 35%

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:17 WIB
loading...
Kinerja Meningkat, Digiserve...
Direktur Utama Digiserve Ahmad Hartono dalam Media Gathering, di Jakarta, Kamis (22/2/2024). FOTO/Suparjo Hi Ramalan
A A A
JAKARTA - PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve), unit usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pendapatan tumbuh 35% dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Proyeksi ini setelah perusahaan menorehkan peningkatan bisnis baik dari sisi pelayanan dan operasional tahun lalu.

Direktur Utama Digiserve Ahmad Hartono mengungkapkan perusahaan pada 2023 berhasil memacu pertumbuhan bisnis melalui terobosan produk dan layanan bagi para pelanggan. Dukungan kuat Telkom Group pun semakin memantapkan langkah Digiserve dalam menjawab kebutuhan pasar dan bisnis ICT Managed Solutions atau solusi pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pelanggan, mitra kerja termasuk media yang sudah berkontribusi positif untuk pengembangan bisnis ICT Managed Solutions Digiserve," ujar Ahmad Hartono dalam Media Gathering, di Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga: Membanggakan! Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida

Dia mengatakan sejumlah capaian penting yang diraih selama 2023 terutama pendapatan layanan MNS SDWAN yang tumbuh 26 persen, kemudian menjadikan portofolio MNSS sebagai penyumbang total contract value (TCV) terbesar di tahun lalu dengan kontribusi pendapatan 76.68 persen.

"Kepada seluruh karyawan yang sudah bekerja keras selama ini untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya target perusahaan di tahun 2023. Seluruh tim Digiserve telah bersinergi dan berkolaborasi dengan sangat baik demi mendorong perusahaan dalam meraih targetnya," kata dia.

Untuk merealisasikan pertumbuhan pendapatan sebesar 35%, lanjut Ahmad Hartono, Digiserve fokus mengembangkan tiga portofolio utama, yakni Managed Network and Security Services (MNSS). Bisnis ini terdiri dari layanan managed network, network and security convergence, dan cyber security.

Portofolio kedua, Managed Digital Productivity (MDP) terdiri dari layanan integrated management platform, unified communication and collaboration, serta professional services. Sedangkan portofolio ketiga adalah Managed Cloud Services (MCS) berupa layanan modern cloud services dan hybrid cloud services.

Untuk mendukung ketiga portofolio tersebut, Digiserve bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi kelas dunia, seperti VMware by Broadcom yang saat ini sudah menjadi official partner Digiserve, Cisco, Fortinet dan Versa untuk solusi layanan Software Defined Wide Area Network (SDWAN).

Digiserve juga berpartner dengan Microsoft dan Servicenow untuk kebutuhan transformasi digital pelanggannya. Saat ini, Digiserve juga terus memperkuat portofolio cyber security dengan meluncurkan solusi threat intelligence, di mana hal ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem perlindungan data pribadi.

Baca Juga: Satelit Merah Putih 2 Segera Meluncur, Janjikan Internet Merata di Indonesia

Tak hanya itu, Ahmad juga menyampaikan proyeksi bisnis dan tren ICT Managed Services di 2024, di mana market portofolio produk MNSS memiliki potensi kenaikan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 10% dari 2023 ke 2026.

Untuk meningkatkan market share portofolio MNSS, Digiserve telah menyiapkan teknologi berupa Secure Access Service Edge (SASE) sejak 2023. Sementara, market MDP, pertumbuhan pasar untuk professional services terhitung masih cukup tinggi.

Sebab itu, Digiserve menawarkan layanan professional services untuk market di luar kebutuhan Telkom Group sebagai pasar potensial, di mana banyak pelanggan segmen enterprise yang membutuhkan sumber daya professional services untuk keperluan transformasi digital.

Sedangkan, pasar MCS juga dinilai besar, termasuk services didalamnya. Ahmad menyebut, Digiserve akan lebih agrasif di dalam mengembangan portofolio produk MCS dan melakukan penetrasi pasar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Rekomendasi
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Berita Terkini
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved