IAI Konsisten Gelar ARC:ID, Wamenparekraf Dorong Kemajuan Industri Arsitektur Bersama Ekraf
Jum'at, 23 Februari 2024 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Wamenparekraf Angela: PP 24/2022 Permudah Pelaku Ekraf Peroleh Pembiayaan
Potensi alam dan budaya lokal lanjut Angela, yang ditunjang dengan kehadiran arsitektur dan desain interior yang memberikan kenyamanan dan nilai karya seni, pada akomodasi pariwisata. Seperti hotel, villa, hingga restoran, tentu akan menjadi magnet bagi wisatawan.
“Jadi bukan hanya sekadar gedung. Melainkan melalui bangunan-bangunan tersebut muncul suatu esensi budaya yang ditonjolkan, atau bahkan keunikan tiap daerah tergantung dimana bangunan itu didirikan. Tentu ini akan menjadi story telling yang kuat,” terangnya.
Ketua Umum IAI, Georgius Budi, menjelaskan dalam edisinya yang ke empat, ARCH:ID yang digelar pada 22 - 25 Februari 2024 di ICE BSD, mengangkat tema "Placemaking: Tolerance". Dimana tema tersebut mengangkat peran arsitektur sebagai jembatan untuk membangun harmonisasi hubungan antar-manusia, pengembangan kota, pelestarian alam, yang dintegrasikan
dengan teknologi.
Georgius berharap, ARCH:ID kali ini dapat menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan. Khususnya di subsektor arsitektur untuk berbagi gagasan, pengalaman serta membangun jejaring. Dan menjadi ruang dimana stakeholder arsitektur Indonesia dari hulu ke hilir, bersama-sama membangun arsitektur sebagai bagian dari peradaban.
“Arsitektur itu adalah komponen dalam menggagas peradaban. Jadi peradaban yang tercipta itu juga terlihat dari seperti apa arsiteknya. Yang mebedakan dari ICH:ID tahun ini pertama dari sisi volume yang menggunakan 2 hall adalah. Begitu juga dari jumlah peserta yang ikut tahun ini mencapai 150 excibitor,” bebernya.
Potensi alam dan budaya lokal lanjut Angela, yang ditunjang dengan kehadiran arsitektur dan desain interior yang memberikan kenyamanan dan nilai karya seni, pada akomodasi pariwisata. Seperti hotel, villa, hingga restoran, tentu akan menjadi magnet bagi wisatawan.
“Jadi bukan hanya sekadar gedung. Melainkan melalui bangunan-bangunan tersebut muncul suatu esensi budaya yang ditonjolkan, atau bahkan keunikan tiap daerah tergantung dimana bangunan itu didirikan. Tentu ini akan menjadi story telling yang kuat,” terangnya.
Ketua Umum IAI, Georgius Budi, menjelaskan dalam edisinya yang ke empat, ARCH:ID yang digelar pada 22 - 25 Februari 2024 di ICE BSD, mengangkat tema "Placemaking: Tolerance". Dimana tema tersebut mengangkat peran arsitektur sebagai jembatan untuk membangun harmonisasi hubungan antar-manusia, pengembangan kota, pelestarian alam, yang dintegrasikan
dengan teknologi.
Georgius berharap, ARCH:ID kali ini dapat menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan. Khususnya di subsektor arsitektur untuk berbagi gagasan, pengalaman serta membangun jejaring. Dan menjadi ruang dimana stakeholder arsitektur Indonesia dari hulu ke hilir, bersama-sama membangun arsitektur sebagai bagian dari peradaban.
“Arsitektur itu adalah komponen dalam menggagas peradaban. Jadi peradaban yang tercipta itu juga terlihat dari seperti apa arsiteknya. Yang mebedakan dari ICH:ID tahun ini pertama dari sisi volume yang menggunakan 2 hall adalah. Begitu juga dari jumlah peserta yang ikut tahun ini mencapai 150 excibitor,” bebernya.
Lihat Juga :