alexametrics

Stabilitas Harga Komoditas Pangan Jaga Inflasi Tetap Rendah

loading...
Stabilitas Harga Komoditas Pangan Jaga Inflasi Tetap Rendah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto/Dok.Kementan
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin merilis angka inflasi bulan Juli 2018 sebesar 0,28%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,14. Terkait hal ini, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Kariyasa mengatakan, andil komoditas pertanian terhadap kenaikan inflasi Juli 2018 tersebut dapat dibilang sangat kecil.

Dan yang memberikan andil cukup besar terhadap inflasi adalah kenaikan harga komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras. Sedangkan, komoditas pertanian lainya justru memberikan andil yang dominan terhadap deflasi.

"Komoditas pertanian yang dominan memberikan andil deflasi itu seperti bawang merah sebesar 0,05%, cabai merah 0,02%, daging sapi 0,01%, bawang putih 0,004%, kentang 0,002%, wortel 0,002%, papaya 0,0025% dan kelapa 0,003%," demikian kata Ketut Kariyasa di Jakarta, Kamis (2/8/2018).



Adapun pada beras, terang Ketut Kariyasa, kendati sempat terjadi kenaikan harga di bulan Juli namun andilnya terhadap inflasi sangatlah kecil, yakni 0,001. Hal ini terlihat jika dibandingkan andil beras terhadap bulan Januari dan Februari 2018 tentu sangat jauh. Andil beras terhadap inflasi bulan Januari sebesar 0,24% dan Februari sebesar 0,04%.

"Jadi, secara keseluruhan, andil komoditas pertanian terhadap inflasi di bulan Juli 2018 ini sangatlah kecil. Artinya harga pangan secara keseluruhan masih stabil. Adapun kenaikan telur dan ayam bulan lalu, itu karena rantai pasok. Namun harganya saat ini kian menurun," sebutnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak