Bursa Sepekan: IHSG Bertahan di Zona Hijau
Sabtu, 02 Maret 2024 - 06:49 WIB
loading...
IHSG sepanjang periode 26 Februari hingga 1 Maret 2024 meningkat 0,23% ke 7.311,90 dari penutupan pekan sebelumnya di 7.295,09. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) selama perdagangan sepanjang periode 26 Februari hingga 1 Maret 2024 mencatatkan perubahan yang cukup variatif, mulai dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga rata-rata nilai transaksi harian (RNTH).
Kendati demikian, sepekan ini IHSG mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,23%, kendati RNTH mengalami koreksi. Penurunan juga terjadi dari sisi kapitalisasi pasar, meskipun terdapat penghuni baru yang mencatatkan sahamnya di bursa.
Baca Juga: Gelar RUPST 2024, BRI Bagikan Dividen Sebesar Rp48,10 Triliun
Dari sisi suplai, bursa kedatangan satu emiten dan dua emisi surat utang baru. Pada Selasa (27/2), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melakukan pencatatan perdana saham di Papan Pengembangan BEI. VISI merupakan perusahaan ke-19 yang tercatat di BEI pada tahun 2024 dan bergerak pada sektor Perindustrian dengan sub industri Peralatan Kantor.
Selanjutnya, terdapat penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap V Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Merdeka Copper Gold (MDKA) mulai dicatatkan di BEI dengan nominal Rp1,5 triliun. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk Obligasi ini adalah idA+ (Single A Plus).
Kendati demikian, sepekan ini IHSG mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,23%, kendati RNTH mengalami koreksi. Penurunan juga terjadi dari sisi kapitalisasi pasar, meskipun terdapat penghuni baru yang mencatatkan sahamnya di bursa.
Baca Juga: Gelar RUPST 2024, BRI Bagikan Dividen Sebesar Rp48,10 Triliun
Dari sisi suplai, bursa kedatangan satu emiten dan dua emisi surat utang baru. Pada Selasa (27/2), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melakukan pencatatan perdana saham di Papan Pengembangan BEI. VISI merupakan perusahaan ke-19 yang tercatat di BEI pada tahun 2024 dan bergerak pada sektor Perindustrian dengan sub industri Peralatan Kantor.
Selanjutnya, terdapat penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap V Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Merdeka Copper Gold (MDKA) mulai dicatatkan di BEI dengan nominal Rp1,5 triliun. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk Obligasi ini adalah idA+ (Single A Plus).
Lihat Juga :