Targetkan Pertumbuhan Kredit Double Digit, Prospek Saham BBRI Diperkirakan Cerah
Sabtu, 02 Maret 2024 - 09:18 WIB
loading...
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk menjadi pelopor penggerak ekonomi nasional dan menargetkan pertumbuhan kredit di 2024 mencapai double digit. (Foto: dok BRI)
A
A
A
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk menjadi pelopor penggerak ekonomi nasional, khususnya pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). BRI turut menargetkan pertumbuhan kredit di 2024 mencapai double digit, dikisaran 10-11 persen year on year.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, BRI sudah mempunyai strategi untuk mendorong pertumbuhan kredit secara agresif di 2024.
“Kalau tahun 2023 lalu BRI tumbuh kreditnya 11,2 persen, kemudian BRI ingin tetap tumbuh agresif di 2024, yakni 10-11 persen dari nominal ribuan triliun, jadi cukup besar. Strateginya, BRI akan tetap fokus di UMKM, kami sudah canangkan go smaller, yakni masuk ke segmen ultra mikro. Oleh karena itu Holding UMi juga kami jadikan sumber pertumbuhan baru,” katanya.
Komitmen BRI untuk tumbuh berkualitas secara berkelanjutan dinilai positif oleh para investor. Riset dari Analis Buana Capital Sekuritas James Stanley Widjaja menargetkan harga BBRI di angka Rp6.800/saham. Hal tersebut didorong oleh pendapatan dari pertumbuhan kredit, kontribusi Kupedes yang lebih besar, pengendalian biaya, dan juga normalisasi biaya kredit.
"Pandangan kami menegaskan rekomendasi Buy, dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp6.800/saham. Kami mencapai 3,0x PBV menggunakan GGM dengan asumsi ROE 21 persen dan growth 7 persen," ujar James Stanley.
Konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 34 analis menghasilkan target harga saham BBRI di angka Rp6.659,94/saham dalam 12 bulan kedepan. Sebanyak 33 analis merekomendasikan Beli untuk saham BBRI.
Hingga akhir 2023, tercatat BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2 persen yoy menjadi Rp1.266,4 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4 persen yoy di sepanjang tahun 2023.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, BRI sudah mempunyai strategi untuk mendorong pertumbuhan kredit secara agresif di 2024.
“Kalau tahun 2023 lalu BRI tumbuh kreditnya 11,2 persen, kemudian BRI ingin tetap tumbuh agresif di 2024, yakni 10-11 persen dari nominal ribuan triliun, jadi cukup besar. Strateginya, BRI akan tetap fokus di UMKM, kami sudah canangkan go smaller, yakni masuk ke segmen ultra mikro. Oleh karena itu Holding UMi juga kami jadikan sumber pertumbuhan baru,” katanya.
Komitmen BRI untuk tumbuh berkualitas secara berkelanjutan dinilai positif oleh para investor. Riset dari Analis Buana Capital Sekuritas James Stanley Widjaja menargetkan harga BBRI di angka Rp6.800/saham. Hal tersebut didorong oleh pendapatan dari pertumbuhan kredit, kontribusi Kupedes yang lebih besar, pengendalian biaya, dan juga normalisasi biaya kredit.
"Pandangan kami menegaskan rekomendasi Buy, dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp6.800/saham. Kami mencapai 3,0x PBV menggunakan GGM dengan asumsi ROE 21 persen dan growth 7 persen," ujar James Stanley.
Konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 34 analis menghasilkan target harga saham BBRI di angka Rp6.659,94/saham dalam 12 bulan kedepan. Sebanyak 33 analis merekomendasikan Beli untuk saham BBRI.
Hingga akhir 2023, tercatat BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2 persen yoy menjadi Rp1.266,4 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4 persen yoy di sepanjang tahun 2023.
Lihat Juga :