Warning! Bansos Hampir Rp500 Triliun Tak Akan Ampuh Redam Inflasi
Minggu, 03 Maret 2024 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat menilai program bansos bukan menjadi solusi menekan inflasi. Faktor pendorong inflasi bervariasi dan umumnya karena kenaikan harga pangan dan karga komoditas global.
Pemberian Bansos untuk memastikan kelompok yang dinilai rentan, tetap memiliki daya beli ketika terjadi kenaikan harga. Melalui bantuan ini mereka bisa melakukan pola konsumsi yang mereka lakukan tanpa tertekan lonjakan harga.
Benny sepakat bahwa kebijakan penyaluran bansos itu setidaknya bakal menjaga daya konsumsi masyarakat. Namun menurutnya Bansos itu tidak akan mengurangi tingkat inflasi.
"Lalu apa yang terjadi, turun lagi bansos supaya bisa belanja karena mereka engga kuat beli. Berakibat apa? harga naik lagi dan lagi. Fenomena bansos yang tiba-tiba makin sering terjadi ini, menurut saya itu berbahaya," ungkap Benny.
"Data menunjukkan, bansos itu boleh, tapi ketika perekonomian sedang deflasi, saat ini posisi Indonesia sedang inflasi. Maka kita harus siap dapat gempuran lagi inflasi tertinggi sepanjang sejarah kalau seandainya pemilu sampai dua ronde atau bahkan bansosnya lebih dari Rp500 triliun," bebernya.
Pemberian Bansos untuk memastikan kelompok yang dinilai rentan, tetap memiliki daya beli ketika terjadi kenaikan harga. Melalui bantuan ini mereka bisa melakukan pola konsumsi yang mereka lakukan tanpa tertekan lonjakan harga.
Benny sepakat bahwa kebijakan penyaluran bansos itu setidaknya bakal menjaga daya konsumsi masyarakat. Namun menurutnya Bansos itu tidak akan mengurangi tingkat inflasi.
"Lalu apa yang terjadi, turun lagi bansos supaya bisa belanja karena mereka engga kuat beli. Berakibat apa? harga naik lagi dan lagi. Fenomena bansos yang tiba-tiba makin sering terjadi ini, menurut saya itu berbahaya," ungkap Benny.
"Data menunjukkan, bansos itu boleh, tapi ketika perekonomian sedang deflasi, saat ini posisi Indonesia sedang inflasi. Maka kita harus siap dapat gempuran lagi inflasi tertinggi sepanjang sejarah kalau seandainya pemilu sampai dua ronde atau bahkan bansosnya lebih dari Rp500 triliun," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :