Warning! Bansos Hampir Rp500 Triliun Tak Akan Ampuh Redam Inflasi

Minggu, 03 Maret 2024 - 15:14 WIB
loading...
Warning! Bansos Hampir...
Sejauh manakah peran bansos dengan anggaran jumbo yang mencapai Rp496,8 triliun dalam pengendalian inflasi? Pengamat pasar modal menekankan, bansos bukan juru selamat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menganggarkan dana jumbo untuk bantuan sosial ( bansos ) pada 2024 yang mencapai Rp496,8 triliun, atau naik Rp53,3 triliun dari realisasi 2023. Pemerintah beralasan pemberian bansos untuk mengendalikan laju inflasi pangan yang targetnya terjaga di bawah 5%.

Baca Juga: Geger Harga Beras Mahal, Inflasi Tembus 2,75% di Februari

Lalu sejauh manakah peran bansos dalam pengendalian inflasi? Pengamatpasar modal yang juga pegiat sosial media atau Youtuber bernama Benny Batara atau kerap disapa Bennix menerangkan, anggapan bansos hampir Rp500 triliun sebagai juru selamat adalah salah.

"Turun bansos kurang lebih Rp500 triliun, banjirlah ini duit di masyarakat. Orang pada bilang, oke bagus Bansos buat ngelawan inflasi dimana harga makin mahal, bansos ini dianggap juru selamat. Oh salah, bansos itu turun, harga tidak akan turun. Trus me, lu akan lihat sendiri, saksikan sendiri yang terjadi begitu bansos turun apa? harga makin naik," ungkap Benny Batara atau kerap disapa Bennix dalam channel Youtubenya, seperti dikutip Minggu (3/3/2024).

Baca Juga: Awal Tahun, Jokowi Habiskan Anggaran Rp17,5 Triliun Buat Bansos

Sebagai informasi dana jumbo disiapkan untuk program perlindungan sosial (perlinsos) yang terdiri dari bantuan pangan hingga Juni 2024 dan bantuan langsung tunai (BLT) hingga Maret 2024 yang mencapai Rp496,8 triliun. Angka tersebut nyaris sama dengan perlinsos 2020 saat Pandemi Covid-19 sebesar Rp498,0 triliun.

Bansos ini menjadi sorotan bukan hanya karena anggarannya yang sangat besar, tapi juga terkesan terburu-terburu karena disalurkan menjelang Pemilu 2024. Beralasan untuk mengendalikan laju inflasi pangan, justru saat ini yang terjadi perlahan merangkak naik.

Pengamat menilai program bansos bukan menjadi solusi menekan inflasi. Faktor pendorong inflasi bervariasi dan umumnya karena kenaikan harga pangan dan karga komoditas global.

Pemberian Bansos untuk memastikan kelompok yang dinilai rentan, tetap memiliki daya beli ketika terjadi kenaikan harga. Melalui bantuan ini mereka bisa melakukan pola konsumsi yang mereka lakukan tanpa tertekan lonjakan harga.

Benny sepakat bahwa kebijakan penyaluran bansos itu setidaknya bakal menjaga daya konsumsi masyarakat. Namun menurutnya Bansos itu tidak akan mengurangi tingkat inflasi.

"Lalu apa yang terjadi, turun lagi bansos supaya bisa belanja karena mereka engga kuat beli. Berakibat apa? harga naik lagi dan lagi. Fenomena bansos yang tiba-tiba makin sering terjadi ini, menurut saya itu berbahaya," ungkap Benny.

"Data menunjukkan, bansos itu boleh, tapi ketika perekonomian sedang deflasi, saat ini posisi Indonesia sedang inflasi. Maka kita harus siap dapat gempuran lagi inflasi tertinggi sepanjang sejarah kalau seandainya pemilu sampai dua ronde atau bahkan bansosnya lebih dari Rp500 triliun," bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Inspirasi Wanita Indonesia,...
Inspirasi Wanita Indonesia, Filantropis Sandiana Soemarko Kedepankan Kepedulian Sosial
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Rekomendasi
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved