Lippo Karawaci Libatkan Mitra Strategis dalam Mengimplementasikan ESG
Kamis, 07 Maret 2024 - 13:46 WIB
loading...
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, sangat penting bagi LPKR memastikan bahwa perusahaan mempertimbangkan prioritas mereka saat meninjau strategi ESG dan kinerja LPKR. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen melibatkan peran pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di kegiatan operasional grup perseroan. Manajemen menyadari bisnis LPKR memiliki dampak yang besar kepada pemangku kepentingan, yang kemudian mempengaruhi cara perseroan menjalankan bisnis.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, sangat penting bagi LPKR memastikan bahwa perusahaan mempertimbangkan prioritas mereka saat meninjau strategi ESG dan kinerja LPKR. ”Pelibatan pemangku kepentingan ini juga penting bagi penilaian materialitas LPKR,” katanya dalam siaran pers, Kamis (7/3/2024). Baca juga: Tahun Ini LPKR Optimistis Kinerja Sektor Perhotelan Kian Positif
Hal ini juga memungkinkan LPKR untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Di samping itu, LPKR pun senantiasa melibatkan pemangku kepentingan melalui komunikasi rutin dan berbagai saluran komunikasi seperti wawancara serta survei umpan balik.
Seperti diketahui, sejumlah pemangku kepentingan LPKR mencakup karyawan, investor dan lembaga pemeringkat, pemerintah dan asosiasi industri, pelanggan dan penyewa, komunitas, serta penjual dan pemasok. ”Kepada karyawan misalnya, LPKR secara rutin memberikan informasi tentang berita dan aktivitas perusahaan, meningkatkan jam pelatihan karyawan dan program pengembangan kepemimpinan,” ujarnya.
LPKR juga memperbarui kode etik untuk mempromosikan bisnis dan etika, keragaman, kesetaraan, dan inklusi di tempat kerja, serta melakukan kampanye tentang kesehatan dam kesejahteraan, kesadaran lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, sangat penting bagi LPKR memastikan bahwa perusahaan mempertimbangkan prioritas mereka saat meninjau strategi ESG dan kinerja LPKR. ”Pelibatan pemangku kepentingan ini juga penting bagi penilaian materialitas LPKR,” katanya dalam siaran pers, Kamis (7/3/2024). Baca juga: Tahun Ini LPKR Optimistis Kinerja Sektor Perhotelan Kian Positif
Hal ini juga memungkinkan LPKR untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Di samping itu, LPKR pun senantiasa melibatkan pemangku kepentingan melalui komunikasi rutin dan berbagai saluran komunikasi seperti wawancara serta survei umpan balik.
Seperti diketahui, sejumlah pemangku kepentingan LPKR mencakup karyawan, investor dan lembaga pemeringkat, pemerintah dan asosiasi industri, pelanggan dan penyewa, komunitas, serta penjual dan pemasok. ”Kepada karyawan misalnya, LPKR secara rutin memberikan informasi tentang berita dan aktivitas perusahaan, meningkatkan jam pelatihan karyawan dan program pengembangan kepemimpinan,” ujarnya.
LPKR juga memperbarui kode etik untuk mempromosikan bisnis dan etika, keragaman, kesetaraan, dan inklusi di tempat kerja, serta melakukan kampanye tentang kesehatan dam kesejahteraan, kesadaran lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.
Lihat Juga :