Produsen Ban Goodyear Akan Tutup Pabrik di Malaysia, 500 Lebih Karyawan Kena Dampak?
Jum'at, 08 Maret 2024 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Marah Besar, Trump Serukan Boikot Ban Goodyear
Sebagai informasi Goodyear sebelumnya menghadapi tuduhan pelanggaran tenaga kerja, termasuk upah yang tidak dibayar, lembur yang berlebihan dan ancaman terhadap puluhan pekerja migran di pabrik manufaktur Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan dan para pekerja akhirnya mencapai kesepakatan penyelesaian pada tahun 2022, dengan masing-masing karyawan mendapatkan bayaran 50.000 ringgit hingga 200.000 ringgit (USD10.660 hingga USD42.644) tergantung pada lamanya pekerjaan mereka, seperti dilaporkan Reuters.
Dalam pernyataan terpisah pada hari Jumat, Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA) mengatakan penutupan pabrik Goodyear akan secara langsung mempengaruhi sekitar 550 karyawan.
"Pemerintah Malaysia dan Goodyear telah bekerja untuk membangun kerangka kerja sebagai dukungan untuk membantu para pekerja tersebut, termasuk program peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang dan memfasilitasi penempatan kerja," kata MIDA.
Sebagai informasi Goodyear sebelumnya menghadapi tuduhan pelanggaran tenaga kerja, termasuk upah yang tidak dibayar, lembur yang berlebihan dan ancaman terhadap puluhan pekerja migran di pabrik manufaktur Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan dan para pekerja akhirnya mencapai kesepakatan penyelesaian pada tahun 2022, dengan masing-masing karyawan mendapatkan bayaran 50.000 ringgit hingga 200.000 ringgit (USD10.660 hingga USD42.644) tergantung pada lamanya pekerjaan mereka, seperti dilaporkan Reuters.
Dalam pernyataan terpisah pada hari Jumat, Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA) mengatakan penutupan pabrik Goodyear akan secara langsung mempengaruhi sekitar 550 karyawan.
"Pemerintah Malaysia dan Goodyear telah bekerja untuk membangun kerangka kerja sebagai dukungan untuk membantu para pekerja tersebut, termasuk program peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang dan memfasilitasi penempatan kerja," kata MIDA.
(akr)
Lihat Juga :