Meski Banyak Kontroversi, Trump Buat Ekonomi AS Meninggi

Sabtu, 08 September 2018 - 19:40 WIB
Meski Banyak Kontroversi,...
Meski Banyak Kontroversi, Trump Buat Ekonomi AS Meninggi
A A A
WASHINGTON - Donald John Trump telah 19 bulan menduduki kursi kepresidenan di Amerika Serikat. Selama kurun waktu tersebut, pemerintahannya begitu banyak dilanda kontroversi. Namun ada satu hal besar yang tidak bisa dipungkiri, Trump berhasil mengangkat ekonomi Amerika Serikat yang melemah selama pemerintahan Obama.

Ketika ia menduduki kantor pemerintahan di awal 2017, sebagian besar pakar mengatakan Trump mustahil untuk meningkatkan perekonomian AS, dimana akhir 2016, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam hanya 1,2%. Nyatanya, ekonomi Amerika terus meningkat bahkan mencapai pertumbuhan 4,2% di kuartal II 2018.

Meski Banyak Kontroversi, Trump Buat Ekonomi AS Meninggi


Melansir dari CNBC, Sabtu (8/9/2018), tingkat pengangguran mendekati titik terendah dalam 50 tahun. Tingkat pengangguran turun ke level 3,9%, menyamai tingkat terendah sejak 1969. Sementara itu, pasar saham telah melonjak sekitar 27%.

Dan yang terbaru adalah kabar dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat kemarin. Pertumbuhan tenaga kerja pada Agustus 2018 mencapai 201.000 orang, melampaui perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, sebesar 191.000 tenaga kerja.

Pertumbuhan upah pun mencapai tingkat tertinggi sejak November 2008. Pertumbuhan upah per jam rata-rata naik 2,9%, mengalahkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan naik 2,7%. Kenaikan upah merupakan hal yang hilang sejak pemulihan ekomomi tahun 2009.

Meksi membawa kemajuan, tetap saja ada yang nyinyir. Pengkritiknya berasal dari kelompok ekonom pasar bebas, sebagian besar Partai Demokrat AS, bahkan ada juga dari partainya sendiri, Partai Republik. Mereka pun memperkirakan ledakan ekonomi Trump hanya bersifat sementara dan akan mereda setelah pertengahan 2019.

Meski Banyak Kontroversi, Trump Buat Ekonomi AS Meninggi


Walau mendapat kritik, sebagian dari mereka mengakui bahwa angka-angka keberhasilan Trump sangat unik dan tidak berutang kepada kebijakan pemerintahan sebelumnya.

"Saya yakin cerita besar dari ledakan ekonomi ini masih berlanjut meski menurut kebanyakan orang mengatakan tidak mungkin," ujar Larry Kudlow, direktur Dewan Ekonomi Nasional dan penasihat utama Trump, dalam wawancara dengan CNBC. "Saya tahu karena Trump paham ekonomi dan dia sudah menjabat satu setengah tahun. Dan ketika kamu melihat angka-angka itu, dia tidak akan mudah puas".

Prestasi ekonomi Trump disebabkan kebijakannya yang pro-bisnis. Sehingga meningkatkan kepercayaan pelakun bisnis berkat peraturan yang bersahabat. Dan ini berdampak terhadap sentimen konsumen, salah satu ukuran untuk mencapai level tertinggi dalam 18 tahun. Trump melakukan pemotongan pajak bagi perusahaan dan perorangan demi mendongkrak daya beli masyarakat.

Berkat pencapaian tersebut, perekonomian Amerika secara total telah tumbuh sebesar USD1,4 triliun pada kuartal II 2018. Sedangkan, periode yang sama semasa Obama, perekonomian hanya USD481 miliar, alias sepertiga dari pencapaian Trump.

Deregulasi yang dilakukan Trump membuatnya mendapatkan kepercayaan dari komunitas bisnis. Mereka pun berinvestasi dan ini berpengaruh kepada konsumen dan inovasi perusahaan pun meningkat. National Federation of Independent Business menyebut prestasi ekonomi Trump merupakan yang tertinggi kedua dalam periode 45 tahun.

Tidak hanya usaha besar yang meningkat, pemilik usaha kecil pun menjadi agresif sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Akhir Juni kemarin, hanya 6,6 juta orang Amerika yang digolongkan sebagai pengangguran, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meski Banyak Kontroversi, Trump Buat Ekonomi AS Meninggi


"Trump terus memprioritaskan ekspansi bagi usaha kecil agar mereka lebih banyak menjual dan tumbuh untuk menyerap tenaga kerja. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda perlambatan di usaha kecil. Dan kondisi bisnis sekarang lebih baik," ujar CEO NFIB Juanita Duggan.

Bagaimana cara Trump memajukan ekonomi Amerika? Program ekonomi Trump sangat sederhana. Gedung Putih melakukan reformasi pajak secara besar-besaran senilai USD1,5 triliun. Trump memotong pajak perusahaan di AS yang sebelumnya tertinggi di dunia, yaitu dari 35% dipangkas menjadi 21%. Dan ia juga melakukan pemotongan pajak terhadap individu hingga tahun 2025 demi menggairahkan daya beli masyarakat.

Selain melakukan insentif pajak, Trump juga menghapus aturan-aturan yang memberatkan perbankan dan industri. Hal ini untuk melindungi tenaga kerja dan menyerap lebih banyak pekerjaan. Selama tahun pertama pemerintahannya, Bridget Dooling, profesor di Pusat Studi Regulasi GW mengatakan regulasi yang menyulitkan telah turun 74% yang kebanyakan berasal dari periode pemerintahan Obama.

Deregulasi yang dilakukan Trump sangat membantu bagi bank-bank masyarakat yang harga sahamnya secara kolektif naik lebih dari 25% selama setahun terakhir. Bahkan saham-saham berkapitalisasi kecil secara umum juga unggul di pasar yang lebih luas, memperoleh gain 23% selama 12 bulan terakhir.

Tren menarik lainnya dari ekonomi Trump adalah pemerataan ekonomi, yang tidak lagi berpusat di kota metropolitan ke daerah non metropolitan. Dengan memberikan keringanan pajak yang lebih besar ke daerah pedesaan, telah menumbuhkan banyak usaha kecil. "Dan mereka mendapat manfaat dari tarif pajak yang menguntungkan ini," tukas Joseph Song, ekonom AS di Bank of America Merrill Lynch.

Namun seperti diulas tadi, ada beberapa pihak yang masih belum puas. "Ini (keberhasilan) masih terlalu dini untuk diceritakan. Kami belum melihat hasil yang lebih besar dari reformasi pajak. Dan masih ada sisa tahun ini untuk memastikan pertumbuhan ekonomi 3% dan selanjutnya di 2019," ujar Ekonom Senior di RBC Capital Markets, Jacob Oubina.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden AS Trump Hadiri...
Presiden AS Trump Hadiri Perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington
Profil Calon Presiden...
Profil Calon Presiden Donald Trump
Dihadiri Pendukung Presiden...
Dihadiri Pendukung Presiden AS Donald Trump, Unjuk Rasa Anti Trump Berlangsung Memanas
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Telinga Kanan Diperban,...
Telinga Kanan Diperban, Mantan Presiden AS Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik
Pendukung Trump Kembali...
Pendukung Trump Kembali Gelar Aksi Menolak Hasil Pilpres AS di Washington
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
1 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
2 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
2 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
3 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved