Bekasi Fajar Perkuat Stuktur Permodalan
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 17:29 WIB
loading...
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menyetujui raihan laba bersih sepanjang 2019 dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Foto/Dok
A
A
A
CIKARANG - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menyetujui raihan laba bersih sepanjang 2019 dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Investor Relation PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Seri mengatakan, selama tahun 2019 perseroan meraih penjualan tanah industri seluas 16 hektar.
"Pada tahun 2019 total pendapatan perseroan sebesar Rp951 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan tanah senilai Rp796 miliar dengan mencatatkan laba bersih senilai Rp380 miliar," katanya pada paparan publik hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Enso, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jumat (14/8/2020).
(Baca Juga: Jika Tahap I Patimban Kelar, Rebana Akan Mulai Bergema )
Seri menambahkan, di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menantang, perseroan memproyeksikan kinerja moderat untuk tahun 2020 dan merevisi target penjualan menjadi 10-15 hektar dengan harga rata-rata penjualan Rp2,6 juta-3,2 juta/m2.
"Perseroan belum menambah penjualan lahan industri di semester I-2020, namun menargetkan membukukan lebih banyak penjualan lahan terutama di semester II-2020," ujarnya.
"Pada tahun 2019 total pendapatan perseroan sebesar Rp951 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan tanah senilai Rp796 miliar dengan mencatatkan laba bersih senilai Rp380 miliar," katanya pada paparan publik hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Enso, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jumat (14/8/2020).
(Baca Juga: Jika Tahap I Patimban Kelar, Rebana Akan Mulai Bergema )
Seri menambahkan, di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menantang, perseroan memproyeksikan kinerja moderat untuk tahun 2020 dan merevisi target penjualan menjadi 10-15 hektar dengan harga rata-rata penjualan Rp2,6 juta-3,2 juta/m2.
"Perseroan belum menambah penjualan lahan industri di semester I-2020, namun menargetkan membukukan lebih banyak penjualan lahan terutama di semester II-2020," ujarnya.
Lihat Juga :