Laba Anjlok 25 Persen di 2023, Raksasa Energi Saudi Aramco Bagi Dividen Rp1.520 Triliun
Senin, 11 Maret 2024 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
"Pada tahun 2023, kami mencapai laba bersih tertinggi kedua yang pernah ada. Ketahanan dan kelincahan kami berkontribusi pada arus kas yang sehat dan tingkat profitabilitas yang tinggi, meskipun ada latar belakang hambatan ekonomi," kata kepala eksekutif Aramco, Amin Nasser.
Saat ini Arab Saudi berambisi untuk mendiversifikasi ekonomi negara itu, dimana mereka memakai pendapatan dari sektor energinya untuk mendanai transisi. Nasser mengatakan, perusahaan akan membuat beberapa pengumuman tahun ini tentang investasi energi terbarukan di Arab Saudi.
Namun dia juga mengatakan, raksasa minyak itu masih mencari peluang untuk berinvestasi di China, di mana permintaan minyak terus tumbuh. "Sejauh ini kita berada di bagian awal 2024, permintaan sehat dan tumbuh di China," kata Nasser kepada wartawan.
Saudi Aramco diketahui sudah menanamkan investasi di kilang China. Diproyeksikan pasar minyak menjadi "cukup kuat" pada tahun 2024, saat permintaan hanya sedikit lebih tinggi dari tahun lalu.
Nasser juga mengatakan diskusi sedang berlangsung dengan produsen mobil asal Prancis Renault dan Geely China yang membuat mesin mobil hybrid.
Saat ini Arab Saudi berambisi untuk mendiversifikasi ekonomi negara itu, dimana mereka memakai pendapatan dari sektor energinya untuk mendanai transisi. Nasser mengatakan, perusahaan akan membuat beberapa pengumuman tahun ini tentang investasi energi terbarukan di Arab Saudi.
Namun dia juga mengatakan, raksasa minyak itu masih mencari peluang untuk berinvestasi di China, di mana permintaan minyak terus tumbuh. "Sejauh ini kita berada di bagian awal 2024, permintaan sehat dan tumbuh di China," kata Nasser kepada wartawan.
Saudi Aramco diketahui sudah menanamkan investasi di kilang China. Diproyeksikan pasar minyak menjadi "cukup kuat" pada tahun 2024, saat permintaan hanya sedikit lebih tinggi dari tahun lalu.
Nasser juga mengatakan diskusi sedang berlangsung dengan produsen mobil asal Prancis Renault dan Geely China yang membuat mesin mobil hybrid.
(akr)
Lihat Juga :