Jokowi: Ekonomi RI Memang Anjlok, Tapi Tidak Separah Negara Tetangga

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 19:13 WIB
loading...
Jokowi: Ekonomi RI Memang...
Presiden Jokowi bilang ekonomi RI masih lebih baik dibandingkan negara tetangga. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan anjloknya ekonomi RI sebesar 5,32% masih patut disyukuri karena tidak separah jika dibandingkan negara tetangga. Hal itu dikatakan Airlangga menirukan apa yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya.

"Pak Presiden (Jokowi) mengatakan bahwa perekonomian kuartal II memang turun. Namun jika dibandingkan dengan negara tetangga, kondisi kita masih lebih baik," ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2021 di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Menterinya Pak Jokowi Ini Pede Lho! Katanya, Ekonomi RI Bisa Tumbuh Positif

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan minusnya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara lain. Ia pun memberikan contoh seperti jatuhnya ekonomi di sejumlah negara, seperti Malaysia -17%, Filipina -16,5%, Singapura -12%, Jerman -11%, dan Perancis -19%. "Jika dibandingkan, kondisi perekonomian kita tidak jatuh sedalam negara lainnya," tambah Airlangga.

Baca Juga: Luhut Akui Ada Kemungkinan Indonesia Resesi, Pemerintah Kerja Keras

Bahkan pihaknya optimistis ekonomi RI akan tumbuh positif jika dilihat dari berbagai indikator. Pihaknya yakin ekonomi RI bakal ke arah jalur yang lebih baik terhindar dari jurang resesi."Sektor-sektor pengungkit sudah mulai positif, juga seiring dengan kegiatan di global, trennya mulai membaik," ungkapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved