alexametrics

Produsen Semen Instan Cipta Mortar Utama Resmikan R&D Centre

loading...
Produsen Semen Instan Cipta Mortar Utama Resmikan R&D Centre
R&D Centre akan mendorong potensi material lokal untuk dapat diadaptasi dalam formula masing-masing produk MU Weber.
A+ A-
BEKASI - Menggenapi fasilitas produksinya di Cibitung, Cikande, Medan, dan Gresik, pelopor produsen semen instan Mortar Utama meresmikan pusat riset dan pengembangan (Research and Development, R&D Center) di Kawasan Industri MM2100 Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/9/2018).

Jose Martos, Managing Director Saint-Gobain Indonesia Construction Product Sector mengatakan, R&D Centre untuk menunjang perencanaan strategi dan pengembangan produk pada formulasi rangkaian produk MU-Weber di Indonesia.

R&D Centre menempati lahan seluas kurang lebih 400 meter persegi dengan investasi sebesar Rp12 miliar. Menurut Direktur R&D dan QC, Rofik Hartanto, salah satu sasaran yang ingin dicapai R&D Centre MU-Weber adalah untuk mendorong potensi material lokal untuk dapat diadaptasi dalam formula masing-masing produk.

Teknologi yang digunakan pada R&D Centre di antaranya peralatan untuk pengetesan performa produk perekat keramik dan pengisi nat keramik berstandar internasional, peralatan untuk produk solusi dinding dan simulasi aplikasi produk, serta produk perata lantai dan simulasi aplikasi produk.

MU-Weber adalah Mortar Instan yang berbahan dasar pasir, semen, filler dan aditif yaitu bahan tambahan yang tercampur secara homogeny dengan komposisi tepat dan diproses menggunakan teknologi modern yang berfungsi untuk solusi pekerjaan lebih spesifik, mulai dari solusi dinding, solusi perekat keramik, solusi lantai serta solusi khusus dan perbaikan.

Keunggulan lainnya selain praktis, efisien, serta berteknologi terdepan. Menggunakan MU-Weber juga meningkatkan produktivitas kerja, dan menciptakan kualitas bangunan menjadi lebih baik, anggaran terkontrol, dan lingkungan di sekitar pembangunan lebih ramah lingkungan.

Pabrik Mortar Utama di Cibitung sendiri berkapasitas produksi 400.000 ton pertahun atau 40 persen dari total produksi Mortar Utama di Indonesia. Selain di Cibitung, fasilitas produksi Mortar Utama berada di Cikande, Medan, Gresik, dan menyusul Semarang. Seluruh produk diserap untuk kebutuhan nasional. Martos optimis target pertumbuhan dua digit tahun ini tercapai.
(akn)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak