Target 1 Juta Barel Minyak di 2030 Dinilai Tak Realistis, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Kamis, 14 Maret 2024 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sampaikan target 2030 (lifting minyak) 1 juta barel saya usul diubah saja, jangan buat lagi target bahwa lifting akan mencapai 1 juta barel per hari tahun 2030," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII bersama SKK Migas, Rabu (13/3).
Dikatakan Ramson, target tersebut harus dibuat dengan perhitungan margin of error terkecil. Ia pun mengusulkan agar target lifting minyak bumi pada 2030 diturunkan menjadi 800 ribu - 850 ribu barel per hari.
"Harus realistis itu harusnya ada evaluasi kembali misal 2030 misal target jadi 800 ribu barel per hari atau 850 ribu bph, harus realistis, jangan dibawa angan-angan," imbuhnya.
Lebih lanjut Ramson mengungkapkan bahwa pada 2023 target lifting minyak pun hanya 605 ribu bph atau lebih tendah dari target yang ditetapkan dalam APBN sebeaar 660 ribu bph.
"Jadi musti prediksi akurat, ini kan sudah 2024, tahun 2030 tinggal 5 tahun lagi. APBN target 2023 (lifting minyak) 660 ribu barel per hari tapi realisasi 605,5 ribu barel per hari," pungkas Ramson.
Dikatakan Ramson, target tersebut harus dibuat dengan perhitungan margin of error terkecil. Ia pun mengusulkan agar target lifting minyak bumi pada 2030 diturunkan menjadi 800 ribu - 850 ribu barel per hari.
"Harus realistis itu harusnya ada evaluasi kembali misal 2030 misal target jadi 800 ribu barel per hari atau 850 ribu bph, harus realistis, jangan dibawa angan-angan," imbuhnya.
Lebih lanjut Ramson mengungkapkan bahwa pada 2023 target lifting minyak pun hanya 605 ribu bph atau lebih tendah dari target yang ditetapkan dalam APBN sebeaar 660 ribu bph.
"Jadi musti prediksi akurat, ini kan sudah 2024, tahun 2030 tinggal 5 tahun lagi. APBN target 2023 (lifting minyak) 660 ribu barel per hari tapi realisasi 605,5 ribu barel per hari," pungkas Ramson.
(akr)
Lihat Juga :