Jepang Akhiri Suku Bunga Negatif, Stop Era Kebijakan Radikal

Selasa, 19 Maret 2024 - 11:19 WIB
loading...
A A A
Dengan inflasi yang telah melampaui target BOJ sebesar 2% selama lebih dari setahun, banyak pelaku pasar memperkirakan berakhirnya suku bunga negatif pada bulan Maret atau April.

Pasar sekarang fokus pada konferensi pers pascapertemuan Gubernur Kazuo Ueda untuk mendapatkan petunjuk mengenai laju kenaikan suku bunga lebih lanjut. Lonjakan imbal hasil obligasi akan meningkatkan biaya pendanaan utang publik Jepang yang sangat besar, yang berukuran dua kali lipat perekonomiannya, dan merupakan yang terbesar di antara negara-negara maju.

Berakhirnya penyedia dana murah terakhir di dunia juga dapat mengguncang pasar keuangan global karena investor Jepang, yang mengumpulkan investasi luar negeri untuk mencari imbal hasil, mengalihkan uangnya kembali ke negara asal mereka.

Di bawah Gubernur sebelumnya Haruhiko Kuroda, BOJ menerapkan program pembelian aset besar-besaran pada tahun 2013, yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan inflasi ke target 2% dalam waktu sekitar dua tahun.
Bank sentral memperkenalkan suku bunga negatif dan YCC pada tahun 2016 karena inflasi yang rendah memaksa bank untuk mengubah program stimulusnya ke program yang lebih berkelanjutan.

Namun, ketika pelemahan tajam yen mendorong biaya impor dan meningkatkan kritik publik atas dampak buruk dari suku bunga Jepang yang sangat rendah, BOJ tahun lalu mengubah YCC untuk melonggarkan cengkeramannya pada suku bunga jangka panjang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalin Kerja Sama Strategis,...
Jalin Kerja Sama Strategis, Pegadaian dan SMBC Corporation Tandatangani Nota Kesepahaman
Investasi Jepang Rp370...
Investasi Jepang Rp370 Triliun Bakal Guyur Indonesia, Sektor Apa Saja?
Bahlil Sebut Kunjungan...
Bahlil Sebut Kunjungan Prabowo ke Jepang Percepat Transisi Energi dan Pengembangan Blok Masela
Prabowo Persilakan Pengusaha...
Prabowo Persilakan Pengusaha Jepang Laporkan Kendala Investasi di Indonesia
Thomas Djiwandono Blak-blak...
Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Rekomendasi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved