BI dan The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga hingga Juni 2024
Rabu, 20 Maret 2024 - 11:34 WIB
loading...
Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membaca arah suku bunga Bank Indonesia (BI) dan The Fed hingga semester I tahun 2024. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memprediksi suku bunga Bank Indonesia (BI) dan The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga bulan Juni 2024. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, masing-masing bank sentral yaitu Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan menahan suku bunganya di level 6% dan 5,5%.
"BI flat, The Fed flat. Flat harusnya. Kita sih view-nya masih sama, masih flat di semester I paling cepat Juni, tapi kan lihat data Amerika juga terutama inflasinya bagaimana," kata Andry kepada awak media di Jakarta, dikutip Rabu (20/3/2024).
Baca Juga: Harga Bensin dan Perumahan Bikin Inflasi AS Naik ke 3,2% di Februari 2024
Lebih lanjut, Andry meramalkan, The Fed bakal menurunkan suku bunga 75 basis poin (bps) pada semester kedua, sesuai dengan target mereka. Akan tetapi perlu diingat bahwa perkembangan pasar tahun ini sangat dinamis.
"Kita berharap bahwa 2024 itu akan less volatile, gak juga ya. Tahun ini saja juga sama kalau teman-teman lihat dari probability yang diharapkan sama market, probability dari rate cut-nya The Fed, tadinya kan semua expect di bulan Maret, terus ternyata data inflasinya masih tinggi segala macam, mundur ke bulan Mei, FOMC meeting kan April akhir dan tanggal 1 Mei, habis itu baru Juni," jelasnya.
"BI flat, The Fed flat. Flat harusnya. Kita sih view-nya masih sama, masih flat di semester I paling cepat Juni, tapi kan lihat data Amerika juga terutama inflasinya bagaimana," kata Andry kepada awak media di Jakarta, dikutip Rabu (20/3/2024).
Baca Juga: Harga Bensin dan Perumahan Bikin Inflasi AS Naik ke 3,2% di Februari 2024
Lebih lanjut, Andry meramalkan, The Fed bakal menurunkan suku bunga 75 basis poin (bps) pada semester kedua, sesuai dengan target mereka. Akan tetapi perlu diingat bahwa perkembangan pasar tahun ini sangat dinamis.
"Kita berharap bahwa 2024 itu akan less volatile, gak juga ya. Tahun ini saja juga sama kalau teman-teman lihat dari probability yang diharapkan sama market, probability dari rate cut-nya The Fed, tadinya kan semua expect di bulan Maret, terus ternyata data inflasinya masih tinggi segala macam, mundur ke bulan Mei, FOMC meeting kan April akhir dan tanggal 1 Mei, habis itu baru Juni," jelasnya.
Lihat Juga :