Inovasi Digital Membentuk Masa Depan Industri Sawit
Rabu, 20 Maret 2024 - 17:23 WIB
loading...
Marjan Purba, Deputy Head of Digital Transformation Asian Agri, saat acara Media Breakfasting Asian Agri dan Apical di Jakarta. FOTO/Dwi Sasongko
A
A
A
JAKARTA - Sektor perkebunan kelapa sawit mengalami transformasi signifikan melalui penerapan inovasi teknologi digital yang memperkuat keberlanjutan operasional dari hulu ke hilir. Digitalisasi di Asian Agri dan Apical, misalnya, telah membawa perubahan paradigma dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan.
Marjan Purba, Deputy Head of Digital Transformation Asian Agri mengatakan perusahaannya memulai perjalanan digital dengan meluncurkan program Asian Agri Connected Plantation pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan Asian Agri Connected Mill pada tahun 2019. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai tambah di operasional bisnis, untuk mencapai kualitas yang lebih baik, produktivitas yang maksimal, serta biaya yang lebih kompetitif.
“Transformasi digital di perkebunan kelapa sawit akan meningkatkan disiplin dan integritas operasional di lapangan, hal ini akan menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas, data yang lebih akurat, transparan, dan cepat,’’ ungkap Marjan Purba, Deputy Head of Digital Transformation Asian Agri, saat acara “Media Breakfasting Asian Agri dan Apical” di Jakarta.
Baca Juga: Ekspor Sawit Masih Jadi Andalan Indonesia, Nilainya Rp457,3 Triliun di 2022
Hal tersebut juga akan memudahkan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Penggunaan data Global Positioning System (GPS) akan memungkinkan perusahaan untuk menelusuri kembali (traceability) aktivitas perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang sudah dilakukan. Dengan adanya transformasi digital ini sangat mendukung kegiatan operasional di perkebunan dan juga pabrik kelapa sawit.
Marjan Purba, Deputy Head of Digital Transformation Asian Agri mengatakan perusahaannya memulai perjalanan digital dengan meluncurkan program Asian Agri Connected Plantation pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan Asian Agri Connected Mill pada tahun 2019. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai tambah di operasional bisnis, untuk mencapai kualitas yang lebih baik, produktivitas yang maksimal, serta biaya yang lebih kompetitif.
“Transformasi digital di perkebunan kelapa sawit akan meningkatkan disiplin dan integritas operasional di lapangan, hal ini akan menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas, data yang lebih akurat, transparan, dan cepat,’’ ungkap Marjan Purba, Deputy Head of Digital Transformation Asian Agri, saat acara “Media Breakfasting Asian Agri dan Apical” di Jakarta.
Baca Juga: Ekspor Sawit Masih Jadi Andalan Indonesia, Nilainya Rp457,3 Triliun di 2022
Hal tersebut juga akan memudahkan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Penggunaan data Global Positioning System (GPS) akan memungkinkan perusahaan untuk menelusuri kembali (traceability) aktivitas perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang sudah dilakukan. Dengan adanya transformasi digital ini sangat mendukung kegiatan operasional di perkebunan dan juga pabrik kelapa sawit.
Lihat Juga :