Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:52 WIB
loading...
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 di Palu, Sulawesi Tengah. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) mempercepat transfer teknologi dan inovasi budidaya kepada pekebun kelapa sawit rakyat di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026. Program yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan.
"Kami percaya kemajuan industri sawit Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, teknologi maupun investasi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya," kata Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 di Palu, Sulawesi Tengah. Pelatihan yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 itu diikuti 84 peserta yang terdiri atas pekebun, penyuluh, dan aparatur dari Kabupaten Morowali.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu mengadopsi teknologi dan inovasi budidaya yang terus berkembang.
"Kami percaya kemajuan industri sawit Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, teknologi maupun investasi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya," kata Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 di Palu, Sulawesi Tengah. Pelatihan yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 itu diikuti 84 peserta yang terdiri atas pekebun, penyuluh, dan aparatur dari Kabupaten Morowali.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu mengadopsi teknologi dan inovasi budidaya yang terus berkembang.
Lihat Juga :