alexametrics

Ada Relaksasi LTV, BCA Optimistis KPR Tetap Tumbuh

loading...
Ada Relaksasi LTV, BCA Optimistis KPR Tetap Tumbuh
BCA meyakini relaksasi LTV mampu mendorong pertumbuhan KPR kendati suku bunga mulai naik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai relaksasi Loan to Value (LTV) oleh Bank Indonesia (BI) dapat meningkatkan pertumbuhan kredit perumahan (KPR). Pasalnya, dengan aturan tersebut masyarakat lebih mudah membeli rumah karena uang muka yang ditawarkan lebih ringan.

"Tapi memang mungkin ada satu hal yang bisa berpengaruh terhadap dorongan yang kita harapkan dari relaksasi LTV ini yaitu kenaikan suku bunga. Saat LTV mulai diberlakukan, tren suku bunga pun mulai naik," ujar Executive Vice President of Consumer Credit Business BCA Felicia M Simon di Jakarta, Kamis, (11/10/2018).

Menurutnya, kenaikan suku bunga membuat masyarakat berpikir ulang untuk mengambil KPR. Konsumen, kata dia, memang jadi menghitung ulang karena kenaikan suku bunga memengaruhi besaran angsurannya.

"Meski begitu, kita tetap optimis dengan relaksasi LTV bisa dorong pertumbuhan KPR lebih baik dari sebelumnya," kata Felicia.

Relaksasi LTV memungkinkan bank untuk mengenakan uang muka rendah, bahkan hingga nol persen ke nasabah. Menurut Felicia, BCA sudah mulai mengenakan uang muka murah, yakni mulai dari 5%.

Direktur BCA Finance Petrus Karim menambahkan, sedikit sekali nasabah BCA yang meminta uang muka hingga nol persen. Menurut dia, hal itu dikarenakan rata-rata nasabah telah memahami hitungan mengenai KPR.

"Jadi kalau melihat segmen nasabah BCA. Mereka melek hitungan dan lebih concern dengan bunga mahal daripada DP murah. Jadi mereka enggak mau DP nol persen tapi bunganya naik," jelas Petrus.

Sebagai informasi, pertumbuhan KPR BCA pada semester I/2018 sebesar 4% year on year (yoy). Sementara total penyaluran KPR perseroan menjadi Rp74,6 triliun.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak