Arti Transportasi Udara Bagi Menhub Budi Karya Sumadi
Minggu, 16 Agustus 2020 - 04:35 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Perhubungan terus melakukan pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur transportasi untuk membuka konektivitas udara meliputi : Jembatan Udara dengan 37 rute di Papua, pembangunan 21 Bandar Udara baru, pembangunan 10 bandar udara Hub Primer, rehabilitasi dan pengembangan 175 bandara guna mendukung kawasan prioritas, serta pembangunan bandar udara perairan di 5 lokasi untuk mendukung destinasi pariwisata perairan.
Selain mendukung destinasi pariwisata juga meningkatkan aksesbilitas dan mendorong perekonomian serta logistik negara Indonesia. “Pembangunan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang berada di daerah untuk melakukan perpindahan antar daerah dan mewujudkan cita cita anak bangsa," katanya.
(Baca Juga: Kampanye Angkutan Umum, Pemerintah Gandeng Operator dan Ahli Transportasi )
Transportasi udara juga terkena dampak pandemi Covid- 19 secara global, dimana jumlah penumpang pesawat udara menurun tajam sejak triwulan pertama 2020. Namun dengan usaha dan kerja keras bersama antar stakeholder penerbangan dan sejumlah pihak terkait seperti Kemenkes dan Gusus Tugas pada Juli 2020 performanya mulai membaik dengan meningkatnya pergerakan pesawat hingga 42 persen.
Ke depannya Kementerian Perhubungan akan terus mengutamakan protocol kesehatan dalam aktivitas penerbangan untuk meningkatkan perekonomian, pariwisata dan logistik.
Selain mendukung destinasi pariwisata juga meningkatkan aksesbilitas dan mendorong perekonomian serta logistik negara Indonesia. “Pembangunan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang berada di daerah untuk melakukan perpindahan antar daerah dan mewujudkan cita cita anak bangsa," katanya.
(Baca Juga: Kampanye Angkutan Umum, Pemerintah Gandeng Operator dan Ahli Transportasi )
Transportasi udara juga terkena dampak pandemi Covid- 19 secara global, dimana jumlah penumpang pesawat udara menurun tajam sejak triwulan pertama 2020. Namun dengan usaha dan kerja keras bersama antar stakeholder penerbangan dan sejumlah pihak terkait seperti Kemenkes dan Gusus Tugas pada Juli 2020 performanya mulai membaik dengan meningkatnya pergerakan pesawat hingga 42 persen.
Ke depannya Kementerian Perhubungan akan terus mengutamakan protocol kesehatan dalam aktivitas penerbangan untuk meningkatkan perekonomian, pariwisata dan logistik.
(akr)
Lihat Juga :