Dari Jualan dengan Gerobak Keliling, Sudar Kini Juragan Bakso Malang Berkat KUR BRI
Rabu, 27 Maret 2024 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Setelah enam tahun berdagang bakso keliling dengan gerobak, Sudar pun memutuskan untuk mengubah pola bisnisnya dengan menetap di ruko. Pilihannya tepat, dan usahanya kian berkembang hingga kini dirinya sudah memiliki tiga cabang di ruko.
Sudar mengatakan usahanya sejauh ini cukup konsisten karena pelanggan tetap setia. Tentunya hasil itu buah kerja keras dan ketekunannya sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Dalam satu hari (di satu cabang) bisa laku 200-350, porsi. Hari biasa buka pukul 10.00-22.00 WIB. Kalau Ramadan pukul 17.00-23.00 WIB," katanya.
Bahkan, kata dia, saat Lebaran penjualannya akan meningkat sampai lima kali lipat. Jadi, dia selalu memilih menunda untuk pulang kampung ke Malang. "Pulang kampung sehabis Lebaran. Saat Lebaran cukup ramai, buka akan lebih pagi dan baru tutup saat lelah," ujarnya.
Dia pun akhirnya memilih untuk fokus sepenuhnya di tiga cabang miliknya, dua di Masjid Al Ittihat, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat dan satunya di Pasir Putih, Sawangan, Depok. "Tiga cabang masih berjalan. Gerobak tinggal satu yang berjalan," ujarnya.
Dalam mengembangkan usahanya, Sudar mengaku memperoleh permodalan datri kredit usaha rakyat (KUR) BRI. Dia mengatakan, tambahan modal tak bisa dielakkan guna menjalankan usahanya. "Pinjam KUR BRI dari Rp2 juta, sampai saat ini sudah Rp85 juta," ucapnya.
Tak berhenti di usaha bakso Malang-nya, Sudar pun getol menginvestasikan keuntungan usahanya. Dia memilih memperbanyak aset rumah untuk dijadikan kontrakan yang dinilainya cukup tepat di wilayah Depok. "Sudah punya enam rumah itu termasuk kontrakan," tuturnya.
Baca Juga: 20 Negara Paling Bahagia di Dunia pada 2024, Finlandia Posisi Pertama
Sudar mengatakan usahanya sejauh ini cukup konsisten karena pelanggan tetap setia. Tentunya hasil itu buah kerja keras dan ketekunannya sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Dalam satu hari (di satu cabang) bisa laku 200-350, porsi. Hari biasa buka pukul 10.00-22.00 WIB. Kalau Ramadan pukul 17.00-23.00 WIB," katanya.
Bahkan, kata dia, saat Lebaran penjualannya akan meningkat sampai lima kali lipat. Jadi, dia selalu memilih menunda untuk pulang kampung ke Malang. "Pulang kampung sehabis Lebaran. Saat Lebaran cukup ramai, buka akan lebih pagi dan baru tutup saat lelah," ujarnya.
Dia pun akhirnya memilih untuk fokus sepenuhnya di tiga cabang miliknya, dua di Masjid Al Ittihat, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat dan satunya di Pasir Putih, Sawangan, Depok. "Tiga cabang masih berjalan. Gerobak tinggal satu yang berjalan," ujarnya.
Dalam mengembangkan usahanya, Sudar mengaku memperoleh permodalan datri kredit usaha rakyat (KUR) BRI. Dia mengatakan, tambahan modal tak bisa dielakkan guna menjalankan usahanya. "Pinjam KUR BRI dari Rp2 juta, sampai saat ini sudah Rp85 juta," ucapnya.
Tak berhenti di usaha bakso Malang-nya, Sudar pun getol menginvestasikan keuntungan usahanya. Dia memilih memperbanyak aset rumah untuk dijadikan kontrakan yang dinilainya cukup tepat di wilayah Depok. "Sudah punya enam rumah itu termasuk kontrakan," tuturnya.
Baca Juga: 20 Negara Paling Bahagia di Dunia pada 2024, Finlandia Posisi Pertama
Lihat Juga :