Djoni Rosadi Dorong Kebangkitan Ekonomi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Selasa, 02 April 2024 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kita menyongsong Indonesia emas 2045, kita umat Islam harus menjadi umat yang harus memberikan kontribusi yang besar, menjadi umat yang kuat ekonominya,” tegasnya.
Baca Juga: Ikuti Training, Dinilai Jadi Cara Menuju Generasi Emas 2045
Menurut Wapres, tantangan menuju kemandirian umat salah satunya disebabkan oleh lemahnya kualitas sumber daya manusia. Selain itu harus didorong adanya kontribusi semua pihak khususnya pesantren untuk mewujudkan kemandirian umat secara menyeluruh, karena kemandirian umat itu berarti melakukan penguatan, taqwiyat ul ummah, dalam pendidikan dan ekonomi.
“Karena itu, perlu ada ikhtiar dalam rangka menumbuhkan semangat, mendorong adanya partisipasi dan kontribusi semua kalangan dalam rangka menuju kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Wapres berharap umat Islam di tanah air dapat mengejawantahkan setiap ajaran Al-Qur’an dalam kesehariannya.
“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita sebagai umat ahlul Qur’an yang selalu membaca Qur’an tiap menit tiap jam dan mengamalkan Al-Qur’an dan menerapkan Al-Qur’an dalam semua aspek, termasuk dalam bidang ekonomi yang masyru’ah, sesuai dengan syariah,” pungkasnya
Baca Juga: Ikuti Training, Dinilai Jadi Cara Menuju Generasi Emas 2045
Menurut Wapres, tantangan menuju kemandirian umat salah satunya disebabkan oleh lemahnya kualitas sumber daya manusia. Selain itu harus didorong adanya kontribusi semua pihak khususnya pesantren untuk mewujudkan kemandirian umat secara menyeluruh, karena kemandirian umat itu berarti melakukan penguatan, taqwiyat ul ummah, dalam pendidikan dan ekonomi.
“Karena itu, perlu ada ikhtiar dalam rangka menumbuhkan semangat, mendorong adanya partisipasi dan kontribusi semua kalangan dalam rangka menuju kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Wapres berharap umat Islam di tanah air dapat mengejawantahkan setiap ajaran Al-Qur’an dalam kesehariannya.
“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita sebagai umat ahlul Qur’an yang selalu membaca Qur’an tiap menit tiap jam dan mengamalkan Al-Qur’an dan menerapkan Al-Qur’an dalam semua aspek, termasuk dalam bidang ekonomi yang masyru’ah, sesuai dengan syariah,” pungkasnya
(nng)
Lihat Juga :