alexametrics

BPJSTK Target Lindungi 2,5 Juta Pekerja Relawan Indonesia

loading...
BPJSTK Target Lindungi 2,5 Juta Pekerja Relawan Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) menargetkan 2,5 juta pekerja relawan dapat diakuisisi sebagai pekerja bukan penerima upah (BPU). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) siapkan ekspansi akuisisi kepesertaan dengan menggandeng pekerja relawan yang terdaftar anggota Filantropi Indonesia. BPJSTK menargetkan 2,5 juta pekerja relawan dapat diakuisisi sebagai pekerja bukan penerima upah (BPU).

Deputi Direktur BPJS TK Wilayah Banten, Teguh Purwanto mengatakan, kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memperkuat database relawan yang tersebar hingga ke daerah pelosok Indonesia. Nantinya mereka akan masuk sebagai segmen pekerja penerima upah, namun mayoritas akan termasuk sebagai pekerja bukan penerima upah.

Sementara untuk proses akuisisi akan membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. “Misalnya kemarin relawan pencari korban Lion Air mengalami musibah lalu meninggal. Itu yang kami khawatirkan. Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan kalau tidak ada perlindungan. Kami siap memberikan jaminan ketenagakerjaan yang layak,” ujar Teguh kemarin dalam jumpa pers di Jakarta.



Dia mengatakan dari total pekerja relawan sebanyak 2,5 juta hanya 3% yang merupakan penerima upah karena pengurus dan digaji oleh organisasinya. Namun mayoritas mereka termasuk bukan penerima upah. Nantinya kepesertaan mereka dapat bersifat on-off karena bekerja sesuai kebutuhan di lapangan. “Harapannya, ke depan program BPJS Ketenagakerjaan dapat hadir melindungi seluruh pekerja sosial,” ujarnya.

Para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan menderita cacat tetap juga berhak atas program JKK-Return to Work (RTW) yang diselenggarakan oleh BPJSTK. "Hal ini sebagai jaminan bahwa pekerja yang mengalami cacat tetap masih bisa memiliki penghasilan dengan keterampilan baru, mandiri dan hidup berkualitas," ujar Teguh.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan, para relawan benar-benar membutuhkan jaminan perlindungan dalam pelaksanaan tugas-tugas sosial mereka. Sinergi itu juga sudah dilakukan di pada 2016 yang melindungi pekerja sosial, relawan, dan pekerja disabilitas.

Relawan organisasi filantropi tergolong pekerja rentan dan memiliki risiko tinggi dengan bepergian dan beraktivitas di tempat yang jauh, terpencil dan berbahaya seperti daerah konflik, bencana alam, dan pedalaman yang sering pula kembali dalam keadaan yang tidak sempurna, cacat bahkan meninggal dunia.

Pada kesempatan itu juga diserahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan yang diwakili oleh Faye Simanjuntak (Founder Rumah Faye, Gen Millenial berusia 17 tahun), Saur Marlina Manurung (Pendiri dan Relawan Sekolah Rimba), dan Maritta Cinintya Rastuti (Direktur Eksekutif Indo Relawan).

Kartu yang diserahkan langsung oleh Agus itu juga diberikan kepada Muhammad Deny Bagas Giyantoro (Relawan Festival Filantropi 2018), dan Maria Harfani (Relawan dan Duta Gizi). "Melalui momen ini pula kami mengajak para anggota Filantropi Indonesia untuk berpartisipasi terus dalam memberikan perlindungan kepada para aktivis kemanusiaan, sosial dan lingkungan di Indonesia," kata Agus.

Program sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan ini nantinya akan melindungi para relawan dari risiko sosial yang akan dihadapi dengan pembiayaan mandiri melalui Persatuan Filantropi Indonesia beserta para karyawan yang bekerja pada asosiasi filantropi ini.

Perlindungan untuk pekerja sosial, relawan dan pekerja disabilitas ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKm) yang disesuaikan dengan kategori Pekerja Penerima Upah atau Bukan Penerima Upah dengan variasi iuran yang sangat terjangkau mulai dari 16.800/bulan, 18.000/bulan, dan 20.800/bulan. "BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan informasi dan edukasi kepada para pekerja anggota atau jaringan dari Filantropi Indonesia ini," kata Agus.

BPJS Ketenagakerjaaan dan Filantropi Indonesia memiliki semangat yang sama untuk mencari solusi atas permasalahan sosial khususnya terkait pekerja Indonesia. "Semoga dengan sinergi yang dijalin ini dan menginspirasi capaian perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia," ucap Agus.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak