Merdeka Pak Jokowi! Ini Saran Pelaku Usaha untuk Ekonomi RI

Senin, 17 Agustus 2020 - 09:03 WIB
loading...
Merdeka Pak Jokowi!...
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan sejumlah saran di bidang ekonomi bagi pemerintah untuk demi mencapai tujuan Indonesia maju, makmur dan sejahtera. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA -
Di Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 ini, para pelaku usaha yang tergabung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah mengenai perkembangan ekonomi Indonesia . Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pada perayaan kemerdekaan kali ini, Indonesia diuji dengan tantangan krisis kesehatan dan ekonomi.

Shinta mengatakan, wabah Covid-19 membuat persaingan usaha, dagang dan investasi di level nasional dan global semakin ketat. Tantangan-tantangan tersebut perlu segera diatasi demi mencapai tujuan Indonesia maju, makmur dan sejahtera.

(Baca Juga: Agar Tak Lanjut Resesi, Pengusaha: Stimulus Segera Direalisasi!)

"Tantangan ini perlu direspons dengan baik, bukan hanya secara teoretis, kampanye, propaganda atau bahkan kebijakan semata, tetapi perlu perubahan-perubahan yang konkrit di lapangan yang bisa dimanfaatkan secara langsung oleh para pelaku ekonomi nasional untuk maju dan menjadi lebih baik," kata Shinta saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Shinta mengatakan, reformasi perlu dilakukan secara konsisten dan tegas agar Indonesia tidak hanya hadir sebagai bangsa yang besar dengan penduduk dan potensi ekonomi besar, tetapi juga sebagai bangsa yang adaptif, kompetitif dan berdaya saing. Dengan begitu, tegas dia, segala potensi ekonomi yang dimiliki negara ini bisa dimaterialisasi bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Dia mengatakan, reformasi perlu dilakukan pada iklim usaha dan investasi nasional, birokrasi, keterampilan tenaga kerja, serta reformasi untuk mempercepat adopsi teknologi dan memudahkan inovasi industri di Indonesia. Hal ini harus terus dilakukan secara konsisten dan tegas agar Indonesia secara konsisten muncul sebgai negara yang maju dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi apapun tantangan zaman yang muncul.

"Bangsa yang lebih cepat, lebih berani atau lebih konsisten mereformasi iklim usaha dan investasinya akan menjadi lebih berdaya saing di pasar global," tegasnya.

(Baca Juga: Inovasi Jadi Kunci Industri untuk Bertahan di Masa Pandemi)

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu melakukan pemerataan pendapatan yang dilakukan secara profesional. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya terjadi secara agregat, namun juga terefleksikan pada pendapatan riil masyarakat di semua kalangan.

"Peran pemerintah sebagai penyelenggara dan pengelola jaminan sosial juga penting untuk dilakukan secara profesional dan transparan agar dalam masa krisis masyarakat Indonesia juga memiliki resilience yang tinggi karena social safety net nasional betul-betul berfungsi sebagai bantalan dan fall back position yang cukup untuk menyokong kebutuhan masyarakat untuk bangkit kembali ketika dihantam krisis," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved