Dorong Perekonomian Daerah, Pembangunan Jalur Pansela Digenjot
Minggu, 14 April 2024 - 10:06 WIB
loading...
Tak hanya mulus, Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) juga memiliki pemandangan yang indah. FOTO/Dok. PUPR
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa, dari Banten hingga Jawa Timur (Jatim). Peningkatan kondisi jalur Pansela diharapkan dapat mengangkat potensi pariwisata wilayah pesisir pantai selatan dan mendorong perekonomian daerah setempat.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, peningkatan kondisi jalur ini juga untuk mengurangi beban lalu lintas arus mudik dan arus balik Lebaran di Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Baca Juga: One Way Arus Balik 2024 dari KM 414-KM 72 dan Contraflow KM 72-KM 47 Berlaku hingga Malam Ini
"Kami terus promosikan jalur Pansela Jawa, supaya orang tertarik lewat selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus namun juga memiliki pemandangan yang indah atau panoramic road dan terdapat banyak obyek wisata," kata Endra dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/4/2024).
Sebagai informasi, ruas jalan Pansela terbentang melintasi lima provinsi di Pulau Jawa yakni, Provinsi Banten dengan ruas Simpang Labuhan-Batas Provinsi Jawa Barat sepanjang 170,09 kilometer. Adapun pada Tahun Anggaran (TA) 2024, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pekerjaan preservasi jalan dan jembatan jalur Pansela Banten sepanjang 170,13 kilometer, salah satunya Jalan Cilegon-Pasauran-Cibaliung dan Citeureup-Tanjung Lesung, termasuk penanganan longsor ruas Bayah-Cibareno-Batas Provinsi Jabar.
Sementara, ruas Pansela Provinsi Jawa Barat dari Batas Provinsi Banten-Sindang Barang hingga Batas Provinsi Jawa Tengah sepanjang 416 kilometer. Pada TA 2024 dilakukan pekerjaan lanjutan berupa preservasi jalan dan jembatan sepanjang 444,4 km dengan biaya Rp280 miliar, termasuk penggantian Jembatan Cibareno (Cs) dan Cilangla (Cs).
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, peningkatan kondisi jalur ini juga untuk mengurangi beban lalu lintas arus mudik dan arus balik Lebaran di Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Baca Juga: One Way Arus Balik 2024 dari KM 414-KM 72 dan Contraflow KM 72-KM 47 Berlaku hingga Malam Ini
"Kami terus promosikan jalur Pansela Jawa, supaya orang tertarik lewat selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus namun juga memiliki pemandangan yang indah atau panoramic road dan terdapat banyak obyek wisata," kata Endra dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/4/2024).
Sebagai informasi, ruas jalan Pansela terbentang melintasi lima provinsi di Pulau Jawa yakni, Provinsi Banten dengan ruas Simpang Labuhan-Batas Provinsi Jawa Barat sepanjang 170,09 kilometer. Adapun pada Tahun Anggaran (TA) 2024, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pekerjaan preservasi jalan dan jembatan jalur Pansela Banten sepanjang 170,13 kilometer, salah satunya Jalan Cilegon-Pasauran-Cibaliung dan Citeureup-Tanjung Lesung, termasuk penanganan longsor ruas Bayah-Cibareno-Batas Provinsi Jabar.
Sementara, ruas Pansela Provinsi Jawa Barat dari Batas Provinsi Banten-Sindang Barang hingga Batas Provinsi Jawa Tengah sepanjang 416 kilometer. Pada TA 2024 dilakukan pekerjaan lanjutan berupa preservasi jalan dan jembatan sepanjang 444,4 km dengan biaya Rp280 miliar, termasuk penggantian Jembatan Cibareno (Cs) dan Cilangla (Cs).
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel
Lihat Juga :