Wall Street Berakhir Melemah Tajam Imbas Ketegangan di Timur Tengah

Selasa, 16 April 2024 - 07:50 WIB
loading...
A A A
Kemudian yang juga memberikan dukungan awal adalah kenaikan beberapa saham keuangan setelah hasil kuartalannya, ketika laba kuartal pertama Goldman Sachs (GS.N) naik 2,92% mengalahkan perkiraan Wall Street. Hal itu didorong oleh pemulihan dalam penjaminan, transaksi dan perdagangan obligasi yang meningkatkan laba per sahamnya ke level tertinggi sejak akhir tahun 2021.

M&T Bank (MTB.N) melonjak 4,74% setelah memperkirakan pendapatan bunga bersih tahunan (NII) yang lebih baik dari perkiraan, sementara pialang Charles Schwab (SCHW.N) naik 1,71% meskipun melaporkan penurunan keuntungan triwulanan. Saham-saham tersebut merupakan tiga pemain terbaik di sektor keuangan S&P 500 (.SPSY).

Namun kenaikan tersebut memudar karena kekhawatiran konflik Israel dan Iran akan terus berkobar, dan imbal hasil Treasury melonjak, dengan obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November.

"Anda melihat sedikit kenaikan pagi ini karena mungkin orang berpikir 'OK, sahamnya dijual pada hari Jumat' untuk mengantisipasi sesuatu yang sangat buruk terjadi di Timur Tengah," kata Ken Polcari, Managing Partner di Kace Capital Advisors di Boca Raton, Florida.

“Semua masalah geopolitik akan menimbulkan ketegangan dan kecemasan di pasar, kesadaran bahwa suku bunga tidak akan turun dalam waktu dekat akhirnya akan menjadi kenyataan, itulah yang dikatakan pasar obligasi kepada Anda, bahwa suku bunga akan naik lebih tinggi."

Israel menghadapi tekanan yang semakin besar dari sekutunya untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik di Timur Tengah ketika Israel mempertimbangkan bagaimana menanggapi serangan rudal dan drone Iran pada akhir pekan, yang diluncurkan setelah dugaan serangan Israel terhadap kedutaan besarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Rekomendasi
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
Berita Terkini
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved