alexametrics

IHSG dan Bursa Asia Memudar Karena Ketidakpastian Global

loading...
IHSG dan Bursa Asia Memudar Karena Ketidakpastian Global
IHSG hari ini melemah 19,74 poin atau 0,32% ke level 6.133,12. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (5/12/2018), melemah 19,74 poin atau 0,32% ke level 6.133,12. IHSG melemah merespon depresiasi rupiah dan bursa regional Asia.

Awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,9% atau 55,22 poin ke level 6.097,64. Sepanjang Rabu ini, indeks diperdagangkan di 6.064,83-6.133,12.

Tujuh dari 10 indeks sektoral memerah, dengan aneka industri jatuh hingga 1,71%. Sementara itu, penguatan pada sektor industri dasar +1,70% dan perkebunan +1,61% tidak mampu mengangkat indeks.

Dari 568 saham yang diperdagangkan, 256 tertekan, 130 tetap dan 182 menguat. Nilai transaksi saham Rp8,45 triliun dari 9,98 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp710,97 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,97 triliun melawan aksi beli asing Rp2,26 triliun.

Bursa saham dalam negeri merespons penurunan pasar saham Asia pada Rabu ini, karena investor mengkhawatirkan potensi baru dari konflik dagang Amerika Serikat dengan China. Belum ada seminggu cairnya konflik dagang kedua negara, Presiden AS Donald Trump kembali memberi sinyal untuk menaikkan tarif terhadap impor barang China.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada rincian dari pertemuan AS-China di G20 di Buenos Aires, Argentina. Baik Washington dan Beijing kerap memberikan pesan-pesan yang berbeda, sehingga membingungkan investor.

Melansir dari CNBC, Rabu (5/12/2018), hal ini membuat pasar saham Asia masih dilanda kekhawatiran ketidakpastian global. Indeks Shanghai pun turun 0,61% menjadi 2.649,81 dan Shenzhen tersungkur ke 1.380,78. Hang Seng Hong Kong memudar 1,62% ke level 26.819,68.

Nikkei 225 Jepang turun 0,53% menjadi 21.919,33 dan Topix juga mundur 0,53% ke level 1.640,49. Kerugian juga terjadi di Kospi Korea Selatan yang melemah 0,62% menjadi 2.101,31.

ASX 200 Australia melemah 0,78% menjadi 5.668,40, karena PDB kuartal III-2018 di bawah ekspektasi.

Saham Perbankan Merugi Karena Kekhawatiran AS

Kejatuhan bursa saham Asia disebabkan kekhawatiran soal perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini merespons dari kejatuhan Wall Street pada dini hari waktu Asia. Dimana imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun jatuh ke titik terendah.

Hasil imbal obligasi AS bertenor 10 tahun jatuh 7 basis poin menjadi 2,915%. Begitu pula obligasi Treasury 30 tahun, yang diperdagangkan lebih rendah ke level 3,17%.

Saham mulai jatuh ke posisi terendah setelah Jeffrey Gundlach, CEO Doubleline Capital, mengatakan kepada Reuters bahwa pembalikan ini menandakan bahwa ekonomi "siap untuk melemah."

Hal ini membuat saham Mitsubishi UFJ Financial Group Japan turun 0,88%, Nomura Bank anjlok 3,28%. Di Hong Kong, saham HSBC terperosok 2,28% dan China Construction Bank merosot 1,32%.

Begitu pula dengan empat bank terbesar di Australia, dimana ANZ Bank (Australian and New Zealand Bank) tumpah 0,72%, Commonwealth Bank of Australia turun 1,13%, Westpac turun 1,16% dan National Australia Bank kehilangan 0,82%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak