alexametrics

Didukung Proyek LRT, Urban Jakarta Incar Laba Bersih Rp120 Miliar

loading...
Didukung Proyek LRT, Urban Jakarta Incar Laba Bersih Rp120 Miliar
PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mengincar raihan pendapatan Rp400 miliar dengan laba bersih Rp120 miliar pada 2019 usai didukung proyek LRT. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mengincar raihan pendapatan Rp400 miliar dengan laba bersih Rp120 miliar pada 2019. Perusahaan optimistis mencapai target tersebut didukung proyek Light Rapid Transit (LRT).

Direktur Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara mengatakan, target laba bersih tahun depan itu melesat dari tahun ini yang sebesar Rp34 miliar. Pembangunan empat proyek menjadi andalan perusahaan yakni Gateway Park, Urban Signature, Urban Sky dan Urban Suites. "Kami proses pembangunan empat proyek. Itu dijual tahun depan, barangnya sudah kelihatan," ujarnya di Jakarta, Senin (10/12/2018).
(Baca Juga: Garap TOD, Urban Jakarta Propertindo Bidik Kaum Milenial)
Tri Rachman menjelaskan, perusahaan berharap pembangunan LRT juga semakin kelihatan. Sehingga, masyarakat semakin yakin ini sebagai jawaban dan melakukan pembelian.

Sementara itu, marketing sales tahun depan ditargetkan 70%-80% dari pendapatan Rp400 miliar. Angka itu dihitung dari adanya Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti di proyek Gateway Park dan Urban Signature. "Sehingga ada tagihan disitu. Kami harap sesuai progress pembangunan, kalau belum 20% belum bisa bukukan apa-apa," katanya.



Adapun pendapatan Urban Jakarta semester I/2018 sebesar Rp52,4 miliar, meningkat mencapai 44% dibanding periode yang sama 2017. Peningkatan ini karena perusahaan telah menjual apartemen Lot 1 di proyek Gateway Park, dimana pada 2017 baru menjual Ruko di proyek Gateway Park. Marjin laba bersih perusahaan pada semester I/2018 sebesar 33,72%, meningkat dibanding semester sebelumnya 28,36%. Hal ini dikarenakan peningkatan laba bersih yang bersumber dari kenaikan pendapatan.

Selain itu, aset lancar pada Semester l/2018 mengalami kenaikan sebesar Rp17,3 miliar atau setara dengan 1,69% dibanding dengan semester sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan pada aset real estat sebesar Rp162,31 miliar atau sebesar 43,09%, sejalan dengan terlaksananya pembangunan proyek yang dimiliki oleh perusahaan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak