Pegadaian bersama Kementerian BUMN Kembali Buka Relawan Bakti BUMN Batch V
Sabtu, 20 April 2024 - 14:27 WIB
loading...
Pegadaian kembali berkolaborasi bersama Kementerian BUMN memberi kesempatan kepada seluruh pegawai Kementerian BUMN untuk menjadi sukarelawan pada program TJSL melalui Relawan Bakti BUMN Batch V.
A
A
A
JAKARTA - Halo Insan BUMN! Pegadaian kembali berkolaborasi bersama Kementerian BUMN untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai Kementerian BUMN dan BUMN Group untuk menjadi sukarelawan pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui Relawan Bakti BUMN Batch V.
Pada Program Relawan Bakti BUMN Batch V kali ini, Pegadaian memiliki misi yaitu “Dari Ranah Minang untuk Indonesia” sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip sosial ESG PT Pegadaian yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada community based tourism melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lokal, di mana akan ada program peningkatan awareness kekayaan alam ranah Minang melalui pemberdayaan Seni Tenun Sulam Suji dan Ternak Madu Lebah Galo-Galo yang berlokasi di Bukittinggi, Sumatera Barat.
![Pegadaian bersama Kementerian BUMN Kembali Buka Relawan Bakti BUMN Batch V]()
Lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian Pegadaian terhadap sejarah, relawan juga akan diagendakan untuk berkunjung ke Istana Bung Hatta. Sebagai catatan, Kota Bukittinggi pernah ditunjuk sebagai ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Agresi Militer II pada Bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.
Acara yang akan berlangsung selama lima hari ini didesain khusus untuk para calon Relawan Bakti BUMN yang ingin mengambil peran serta dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui pendidikan, ekonomi, budaya dan lingkungan. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Nagari Subarang Tigo Jorong, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini juga direncanakan untuk mengunjungi Bank Sampah Induk Pancadaya Binaan PT Pegadaian.
Bank Sampah telah menjadi program unggulan PT Pegadaian selama beberapa tahun terakhir di mana pada ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024 lalu, PT Pegadaian meraih Gold Winner untuk kategori BUMN Local Heroes, sebagai bentuk penghargaan atas peran kontribusi Mina Dewi Sukmawati, selaku Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi), dalam pengembangan bank sampah dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Pada Program Relawan Bakti BUMN Batch V kali ini, Pegadaian memiliki misi yaitu “Dari Ranah Minang untuk Indonesia” sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip sosial ESG PT Pegadaian yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada community based tourism melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lokal, di mana akan ada program peningkatan awareness kekayaan alam ranah Minang melalui pemberdayaan Seni Tenun Sulam Suji dan Ternak Madu Lebah Galo-Galo yang berlokasi di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian Pegadaian terhadap sejarah, relawan juga akan diagendakan untuk berkunjung ke Istana Bung Hatta. Sebagai catatan, Kota Bukittinggi pernah ditunjuk sebagai ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Agresi Militer II pada Bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.
Acara yang akan berlangsung selama lima hari ini didesain khusus untuk para calon Relawan Bakti BUMN yang ingin mengambil peran serta dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui pendidikan, ekonomi, budaya dan lingkungan. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Nagari Subarang Tigo Jorong, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini juga direncanakan untuk mengunjungi Bank Sampah Induk Pancadaya Binaan PT Pegadaian.
Bank Sampah telah menjadi program unggulan PT Pegadaian selama beberapa tahun terakhir di mana pada ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024 lalu, PT Pegadaian meraih Gold Winner untuk kategori BUMN Local Heroes, sebagai bentuk penghargaan atas peran kontribusi Mina Dewi Sukmawati, selaku Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi), dalam pengembangan bank sampah dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Lihat Juga :