IHSG Kokoh Mengawali Pekan Ini, Ketegangan AS-China Bikin Bursa Asia Merangkak
Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain bursa saham wilayah Asia Pasifik sedikit berubah dalam perdagangan Selasa pagi saat investor terus mengawasi perkembangan terbaru ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pada awal sesi, daratan China berangsur lebih tinggi dimana Komposit Shanghai merangkak naik 0,11% sementara komponen Shenzhen berada di atas garis datar.
Indeks Hang Seng, Hong Kong juga tidak berubah terlalu besar. Selanjutnya indeks Nikkei Jepang justru jatuh 0,57% ketika indeks Topix diperdagangkan 0,56% lebih rendah. Sementara indeks Kospi di Korea Selatan yang kembali dibuka setelah libur pada hari Senin, kemarin juga tergelincir sebesar 0,46%.
(Baca Juga: Mainkan 10 Saham Ini di Tengah Laju IHSG Mengawali Pekan Pendek )
Saham di Australia menjadi lebih tinggi, dengan S&P/ASX 200 naik 0,13%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,11% lebih tinggi.
Ketegangan antara Washington dan Beijing cenderung terus membebani sentimen investor. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Senin pengetatan pembatasan terhadap Huawei, yang bertujuan untuk membatasi akses raksasa telekomunikasi asal China itu.
Indeks Hang Seng, Hong Kong juga tidak berubah terlalu besar. Selanjutnya indeks Nikkei Jepang justru jatuh 0,57% ketika indeks Topix diperdagangkan 0,56% lebih rendah. Sementara indeks Kospi di Korea Selatan yang kembali dibuka setelah libur pada hari Senin, kemarin juga tergelincir sebesar 0,46%.
(Baca Juga: Mainkan 10 Saham Ini di Tengah Laju IHSG Mengawali Pekan Pendek )
Saham di Australia menjadi lebih tinggi, dengan S&P/ASX 200 naik 0,13%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,11% lebih tinggi.
Ketegangan antara Washington dan Beijing cenderung terus membebani sentimen investor. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Senin pengetatan pembatasan terhadap Huawei, yang bertujuan untuk membatasi akses raksasa telekomunikasi asal China itu.
(akr)
Lihat Juga :