alexametrics

Perdagangan Pertama 2019, IHSG Berakhir Jatuh ke Level 6.181

loading...
Perdagangan Pertama 2019, IHSG Berakhir Jatuh ke Level 6.181
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama tahun baru 2019, Rabu (2/1/2019) berakhir berbalik memerah setelah sempat melesat di awal sesi. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama tahun baru 2019, Rabu (2/1/2019) berakhir berbalik memerah setelah sempat melesat di awal sesi untuk menebar optimisme. Hingga akhir sesi, IHSG ditutup jatuh 13,32 poin yang setara 0,22% di level 6.181,17 ketika bursa Asia masih lebih rendah.

Pada sesi siang tadi, IHSG berbalik melemah, usai tergelincir dengan kehilangan 16,47 poin atau 0,27% ke posisi 6.178,03. Berbanding terbalik, pada sesi pembukaan pagi tadi bursa saham Tanah Air menguat 7,23 poin atau setara 0,12% menjadi 6.197,87 dibandingkan penutupan 2018 yakni 6.194,50.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore kebanyakan berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam menimpa pertambahan mencapai 1.56% untuk mengiringi kejatuhan industri dasar 1,08% sedangkan kenaikan tertinggi dicetak consumer hingga 0,48%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp2,92 triliun dengan 2,76 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp128,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,49 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat sebesar 181 saham menguat, 163 saham melemah dan 129 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp83.825, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp300 ke posisi Rp5.400 dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp120 menjadi Rp4.320.

Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Waran Seri I Pool Advista Finance Tbk. (POLA-W) turun Rp210 menjadi Rp1.000, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp290 ke posisi Rp3.310 serta PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) berkurang Rp140 menjadi Rp760.

Sementara itu pasar saham wilayah Asia sebagian besar berakhir lebih rendah pada perdagangan pertama tahun baru 2019, seiring masih munculnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Seperti diketahui gejolak sepanjang 2018 telah membuat mayoritas bursa saham global menutup tahun dengan kerugian yang signifikan.

Hari ini mengawali tahun baru, indeks Kospi menutupnya dengan kehilangan 1,52% hingga ditutup ke level 2.010,00. Meskipun saham perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics serta produsen chip SK Hynix mencetak kenaikan dengan masing-masing bertambah 0,13% dan 0,17%.

Selanjutnya bursa patokan Australia, ASX 200 mengakhiri perdagangan lebih rendah 1,57% menjadi 5.557,80. Subindex keuangan yang mengalami tekanan kuat, akhir menyerah ambruk 2,01% terserat penyusutan empat saham bank besar Aussie.

Pasar saham Jepang masih ditutup karena liburan pada hari Rabu, saat seorang investor memperingatkan bahwa 2019 bisa menjadi "kelanjutan" dari 2018. Tak terkecuali, bursa patokan China juga tergelincir dengan Komposit Shanghai turun 1,15% di posisi 2.465,29 serta komposit Shenzhen berakhir lebih rendah 0,905% menjadi 1.256,39.

Pergerakan itu terjadi setelah sebuah survei independen menunjukkan aktivitas manufaktur di China berkontraksi untuk pertama kalinya dalam 19 bulan pada bulan Desember. Ditambah indeks Hang Seng, Hong Kong ambruk hampir 3% pada jam terakhir perdagangannya, dengan rakasa teknologi China Tencent turun sekitar 2,4%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak