Peran Jakarta Kian Besar, Kawasan Barat Tetap Prospektif
Senin, 29 April 2024 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Demikian pula dengan kawasan Bodetabek (Bogor Depok, Tangerang, Bekasi) pembangunan yang ada dikembangkan oleh swasta. Pemerintah selaku regulator terhadap pengembangan properti harus mendorong kemudahan regulasi agar penataan lebih baik dan maksimal.
“Catatan saya, di Bodetabek hampir 50 ribu hektar pihak swasta melakukan pembangunan dengan konsep skala besar, dan berhasil mengubah wajah kawasan yang dikembangkannya. Contohnya, di sekitar Serpong, Tangerang hampir 10 ribu hektar. Selain itu juga banyak pengembangan dari 10 – 100 hektar yang dilakukan swasta di Bodetabek,” jelas Eman, nama panggilan Soelaeman Soemawinata yang juga sebagai Dewan Kehormatan Realestat Indonesia (REI).
Jakarta dan Peran Kawasan Sekitarnya
Pengembangan skala besar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur perkotaan. Contohnya, di Alam Sutera dari exit toll hingga ke dalam kawasannya mendorong akses publik dan menggerakkan perekonomian.
“Kenapa kawasan Bodetabek berkembang, di awal tahun 1990-an ada master plann development yang merancang T Access ke arah barat dan timur Jakarta, ke selatan terbatas karena sebagai daerah resapan air. Barat dan Timur Jakarta berkembang pesat namun memiliki karakter berbeda dalam pengembangnnya, PDB (pendapatan domestik bruto) di Timur (Bekasi) jauh lebih besar dari PDB daerah lainnya. Value of economic ada di Bekasi. Sedangkan di Barat value of life,” terang Eman.
Sekarang ini sekitar Jakarta bukan lagi berperan sebagai kota penyangga. Regional economic growth bukan lagi di Jakarta. Bahkan kapus atau universitas yang bagus bukan berada di Jakarta. Sehingga peran sub urban bukan lagi di Jakarta, tapi sudah berdiri sendiri. Kawasan sekitar Jakarta menjadi pusat ekonomi regional. Dan untuk kawasan hunian, kawasan Barat Jakarta jadi barometer perkembangan properti di Tanah Air karena memiliki infrastruktur kawasan yang bagus.
“Catatan saya, di Bodetabek hampir 50 ribu hektar pihak swasta melakukan pembangunan dengan konsep skala besar, dan berhasil mengubah wajah kawasan yang dikembangkannya. Contohnya, di sekitar Serpong, Tangerang hampir 10 ribu hektar. Selain itu juga banyak pengembangan dari 10 – 100 hektar yang dilakukan swasta di Bodetabek,” jelas Eman, nama panggilan Soelaeman Soemawinata yang juga sebagai Dewan Kehormatan Realestat Indonesia (REI).
Jakarta dan Peran Kawasan Sekitarnya
Pengembangan skala besar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur perkotaan. Contohnya, di Alam Sutera dari exit toll hingga ke dalam kawasannya mendorong akses publik dan menggerakkan perekonomian.
“Kenapa kawasan Bodetabek berkembang, di awal tahun 1990-an ada master plann development yang merancang T Access ke arah barat dan timur Jakarta, ke selatan terbatas karena sebagai daerah resapan air. Barat dan Timur Jakarta berkembang pesat namun memiliki karakter berbeda dalam pengembangnnya, PDB (pendapatan domestik bruto) di Timur (Bekasi) jauh lebih besar dari PDB daerah lainnya. Value of economic ada di Bekasi. Sedangkan di Barat value of life,” terang Eman.
Sekarang ini sekitar Jakarta bukan lagi berperan sebagai kota penyangga. Regional economic growth bukan lagi di Jakarta. Bahkan kapus atau universitas yang bagus bukan berada di Jakarta. Sehingga peran sub urban bukan lagi di Jakarta, tapi sudah berdiri sendiri. Kawasan sekitar Jakarta menjadi pusat ekonomi regional. Dan untuk kawasan hunian, kawasan Barat Jakarta jadi barometer perkembangan properti di Tanah Air karena memiliki infrastruktur kawasan yang bagus.
Lihat Juga :