Peran Jakarta Kian Besar, Kawasan Barat Tetap Prospektif

Senin, 29 April 2024 - 20:35 WIB
loading...
Peran Jakarta Kian Besar,...
Kawasan Barat tetap prospektif setelah Jakarta resmi melepaskan statusnya sebagai Ibu Kota Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
TANGERANG - Jakarta telah resmi melepaskan statusnya sebagai Ibu Kota Indonesia setelah UU DKJ (Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta) disahkan pada 28 Maret 2024 lalu. Daerah Khusus Jakarta atau DKJ akan menjadi sebutan baru untuk Jakarta ke depannya. Selepas tidak menjadi Ibu Kota Indonesia, Jakarta disiapkan menjadi kota global dan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk menjadi kota global maka paradigma pembangunan Jakarta ke depan harus berfokus kepada economic growth atau pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing sebagai pusat finansial dan investasi dunia.

Ketua Badan Kejuruan Teknik Kewilayahan dan Perkotaan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Soelaeman Soemawinata, menyatakan, menurut teori ada 8 syarat Jakarta menuju kota global. Menurutnya, yang sudah terpenuhi hanya 3 saja, yaitu populasi yang besar, adanya perusahaan multinasional dan dominasi ekonomi nasional.

Menurutnya lagi, 5 syarat yang belum dipenuhi Jakarta Sebagai kota global yaitu terkait belum seragamnya pembangunan di Jakarta (Hi Degree of Urban Development), kemudian unsur significant and globalized financial sector tak ada. Selanjutnya unsur well developed transportation infrastructure yang kurang maksimal dan tidak simpel. Kemudian globally influential output of ideas;Innovations, or Cultural Products.

“Seperti soal urban development, Jakarta masih bermasalah dengan banjir, kawasan kumuh hingga tranportasi yang kurang terpadu. Selain itu sistem tranportasi yang ada juga belum luas pelayanannya dan tidak simpel,” jelas Soelaeman dalam Elevee Media Talk, di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Senin (29/4/2024).

Baca Juga: UU DKJ Diteken Jokowi, Ini Batas Wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta

Tak dipungkiri sebagian besar kota di dunia, termasuk Jakarta, pembangunannya dilakukan oleh swasta. Lihat saja di kawasan CBD Jakarta seperti Thamrin, Sudirman dan kawasan Kuningan pembangunan gedung perkantoran dan lainnya dikembangkan oleh swasta.

Demikian pula dengan kawasan Bodetabek (Bogor Depok, Tangerang, Bekasi) pembangunan yang ada dikembangkan oleh swasta. Pemerintah selaku regulator terhadap pengembangan properti harus mendorong kemudahan regulasi agar penataan lebih baik dan maksimal.

“Catatan saya, di Bodetabek hampir 50 ribu hektar pihak swasta melakukan pembangunan dengan konsep skala besar, dan berhasil mengubah wajah kawasan yang dikembangkannya. Contohnya, di sekitar Serpong, Tangerang hampir 10 ribu hektar. Selain itu juga banyak pengembangan dari 10 – 100 hektar yang dilakukan swasta di Bodetabek,” jelas Eman, nama panggilan Soelaeman Soemawinata yang juga sebagai Dewan Kehormatan Realestat Indonesia (REI).

Jakarta dan Peran Kawasan Sekitarnya

Pengembangan skala besar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur perkotaan. Contohnya, di Alam Sutera dari exit toll hingga ke dalam kawasannya mendorong akses publik dan menggerakkan perekonomian.

“Kenapa kawasan Bodetabek berkembang, di awal tahun 1990-an ada master plann development yang merancang T Access ke arah barat dan timur Jakarta, ke selatan terbatas karena sebagai daerah resapan air. Barat dan Timur Jakarta berkembang pesat namun memiliki karakter berbeda dalam pengembangnnya, PDB (pendapatan domestik bruto) di Timur (Bekasi) jauh lebih besar dari PDB daerah lainnya. Value of economic ada di Bekasi. Sedangkan di Barat value of life,” terang Eman.

Sekarang ini sekitar Jakarta bukan lagi berperan sebagai kota penyangga. Regional economic growth bukan lagi di Jakarta. Bahkan kapus atau universitas yang bagus bukan berada di Jakarta. Sehingga peran sub urban bukan lagi di Jakarta, tapi sudah berdiri sendiri. Kawasan sekitar Jakarta menjadi pusat ekonomi regional. Dan untuk kawasan hunian, kawasan Barat Jakarta jadi barometer perkembangan properti di Tanah Air karena memiliki infrastruktur kawasan yang bagus.

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Garut, Terasa hingga Jakarta

Pada kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Elevee CondominiumAlvin Andronicus menegaskan masyarakat berduyun-duyun ke barat Jakarta dan telah menjadi new territory yang menjanjikan. Selain itu, salah satu faktor berkembangnya properti di Barat Jakarta adalah konsep township development yang dikembangkan secara terencana.

"Faktor lain yang juga menjadi penentu sebuah pengembangan skala kota seperti Alam Sutera menjadi kawasan yang diminati konsumen dan jadi trend setter adalah faktor manajemen kota atau yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Sehingga apa yang disebut value of life itu memang nyata ada, dan dirasakan," jelas Alvin.

Menurutnya, value ini memerlukan waktu panjang, kita (Alam Sutera) hampir 30 tahun membangun kawasan seluas 800 hektar ini. Dan produknya terus berkembang, berawal dari konsep landed house bergaya cluster dan kita adalah pelopor konsep tersebut.

"Dan saat ini kita mengembangkan produk superblok, seperti Elevee Condominium yang tak hanya berkonsep sebagai hunian vertikal saja tapi dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk kebutuhan penghuninya tapi juga forest park seluas 4 hektar. Dimana Elevee Condomium berada dalam kawasan yang dinamakan Escala seluas 19 hektar yang juga dilengkapi area komersial," jelas Alvin yang menegaskan bahwa dalam waktu dekat tower pertama Elevee Condominium akan melakukan topping off.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Ini Destinasi Ramah...
Ini Destinasi Ramah Anak untuk Mengisi Liburan Sekolah di Jakarta
Layanan Laundry Kian...
Layanan Laundry Kian Menjadi Bagian Gaya Hidup Modern
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved