alexametrics

Tepis Apple, Trump Sebut Pelemahan Ekonomi China Untungkan AS

loading...
Tepis Apple, Trump Sebut Pelemahan Ekonomi China Untungkan AS
Presiden AS Donald Trump tak khawatir soal pelemahan pnjualan Apple di China akibat kebijakannya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis peringatan dari merosotnya penjualan Apple Inc di China akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi di Negeri Panda tersebut. Trump mengatakan bahwa pelemahan China menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yang lebih kuat dalam negosiasi perdagangan yang akan berlangsung minggu depan.

Trump telah mengenakan tarif impor ratusan miliar dolar untuk barang-barang China saat mencari konsesi dari Beijing untuk berbagai masalah, mulai dari subsidi industri hingga peretasan, yang memicu pembalasan oleh China. Langkah-langkah itu dinilai telah mengganggu perdagangan, melukai manufaktur, mengacaukan pasar internasional dan memperlambat ekonomi global.

Para pejabat AS menuju Beijing minggu depan untuk pembicaraan tatap muka pertama sejak Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju untuk gencatan 90 hari dalam perang dagang pada bulan Desemberlalu.



"Saya pikir kami akan membuat kesepakatan dengan China," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih setelah pertemuan dengan anggota parlemen Demokrat dan Republik tentang penutupan pemerintah AS. "Aku benar-benar berpikir mereka mau. Saya pikir mereka harus," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (6/1/2018).

Sementara, Beijing pada Jumat (4/1) lalu memangkas persyaratan pencadangan di bank untuk kelima kalinya tahun ini di tengah melambatnya pertumbuhan dalam negeri dan tekanan tarif ekspor dari AS.

"China (dalam kondisi) tidak baik sekarang. Dan itu menempatkan kita pada posisi yang sangat kuat. Kami melakukannya dengan sangat baik, " kata Trump. "Saya harap kita akan membuat kesepakatan dengan China. Dan jika kita tidak melakukannya, mereka (harus) membayar kita dengan tarif puluhan miliar dolar - bukan hal terburuk di dunia," tandasnya.

Data resmi minggu ini menunjukkan manufaktur telah melambat di China dan Amerika Serikat, meskipun Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat melaporkan lonjakan pekerjaan baru pada bulan Desember bersamaan dengan upah yang lebih tinggi.

Presiden Trump juga mengecilkan efek dari pelemahan ekonomi China pada raksasa teknologi AS, Apple Inc, yang minggu ini menyebut perlambatan penjualan iPhone di China menjadi penyebab merosotnya angka penjualan triwulanannya.

Trump mengaku tidak khawatir ketika ditanya tentang melorotnya pendapatan dan penurunan harga saham Apple. "Tidak, saya tidak (khawatir). Maksud saya lihat, mereka sudah banyak naik," ujarnya.

Saham Apple mengalami rebound pada Jumat lalu setelah menukik 10% sehari sebelumnya karena sentimen turunnya pendapatan. Saham ditutup pada USD148,26 pada Jumat, atau turun sekitar 5,1% untuk minggu ini. Untuk setahun penuh 2018, saham Apple tercatat telah turun sebesar 7%. Meskipun begitu, saham Apple tercatat telah naik sekitar 24% sejak Trump menjabat pada Januari 2017.

"Mereka akan baik-baik saja. Apple adalah perusahaan yang hebat, " kata Trump seraya menambahkan bahwa dia telah mengatakan kepada Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook untuk membuat produk-produk perusahaannya di Amerika Serikat, sesuatu yang telah dia tegaskan sebelumnya.

"Apple membuat produknya di China. China adalah penerima manfaat terbesar dari Apple, lebih dari kita, karena mereka membuat produk mereka sebagian besar di China, " cetus Trump. "Saya ingin Apple membuat iPhone mereka dan semua hal hebat yang mereka buat di Amerika Serikat. Dan itu akan terjadi," tegasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak