alexametrics

Danarta Coba Menghubungkan Ekonomi Lewat Rumah Sahabat Desa

loading...
Danarta Coba Menghubungkan Ekonomi Lewat Rumah Sahabat Desa
PT Danarta Saudara Sejahtera (DSS) membangun Rumah Sahabat Desa (RSD) sebagai upaya menghubungkan ekonomi antara desa ke kota dan sebaliknya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Mengangkat potensi ekonomi desa untuk semakin berkembang, PT Danarta Saudara Sejahtera (DSS) membangun Rumah Sahabat Desa (RSD) sebagai upaya menghubungkan antara desa ke kota dan sebaliknya. Kehadiran Rumah Sahabat Desa merupakan wadah bagi masyarakat desa untuk berkegiatan ekonomi sekaligus edukasi dari berbagai aspek.

"RSD ada untuk semakin membuka akses dari kota ke desa dan sebaliknya. RSD senantiasa mendukung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya di desa agar terus bertumbuh dan harapannya lebih cepat," ujar Direktur PT. DSS, Teguh Aaron Muir Hendrata di Jakarta.

Pendirian Rumah Sahabat Desa diyakini mampu menghubungkan aspek sosial, ekonomi dan budaya dalam tiga bentuk, yakni fisik, gerakkan, dan platform. "Kita punya Rumah Sahabat Desa secara fisik. Gerakannya seperti yang sudah kita lakukan yakni kegiatan literasi keuangan ke masyarakat. Platformnya adalah aplikasi agregator yang menghubungkan banyak aplikasi untuk masuk ke desa," jelasnya.



RSD juga akan hadir dalam bentuk digital (web dan mobile application) agar bisa memberikan akses lebih luas untuk masyarakat desa maupun untuk masyarakat kota yang ingin terhubung dengan desa. Hal ini melihat potensi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia telah mencakup sekitar 90% dari populasi dengan lebih dari 126% tingkat penetrasi mobile.

Selain itu, tingkat pengguna internet juga telah mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia. Lebih lanjut, Aaron juga sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah untuk mengembangkan potensi desa. Menurutnya inisiatif tersebut harus didukung dengan sinergi berbagai pihak agar bisa lebih progresif.

"Swasta juga harus didorong untuk berinvestasi di desa, untuk tidak ragu membangun pondasi yang kuat untuk mendukung kegiatan di desa. Untuk swasta sendiri, saya percaya tidak hanya soal menjual produk dan jasa mereka, tetapi juga soal mendapatkan sumber daya untuk kepentingan produksi barang dan jasa mereka," tutup Aaron.

Pemerintah sendiri melalui Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pendataan Potensi Desa 2018 yang dimulai sejak Mei lalu. Pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo mengatakan, ada program unggulan Kemendes (Kementerian Desa) terkait pengembangan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dan produk unggulan desa. Perhatian terhadap desa tersebut bisa mempercepat pembangunan.

"Swasta dan pemerintah harus lebih banyak menyentuh desa dengan sudut pandang berkelanjutan juga harus saling berkolaborasi. Swasta harus banyak berperan karena desa yang maju tidak hanya bermanfaat bagi desa tersebut. Contoh bagi swasta, desa adalah pasar potensial, ini mungkin saat ini jarang menjadi perhatian," imbuh Cyrillus, dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak