alexametrics

Serap Beras Petani, Bulog Anggarkan Rp15 Triliun

loading...
Serap Beras Petani, Bulog Anggarkan Rp15 Triliun
Perusahaan Umum (Perum) Bulog menganggarkan dana sebanyak Rp15 triliun untuk penyerapan beras petani dengan memasang target 1,8 juta ton. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan Umum (Perum) Bulog menganggarkan dana sebanyak Rp15 triliun untuk penyerapan beras petani. Hal ini demi mengejar target 1,8 juta ton untuk cadangan beras hingga bulan Juli 2019

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar mengatakan, bahwa anggaran ini memang sudah ditetapkan oleh perushaan dan sudah disetujui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga Kementerian Perdagangan. "Iya bulog bisa membeli sisanya, kita anggarkan itu sebesar Rp15 Triliun, kita kan stok masih ada 2,1 juta. Kita serap petani 1,8 juta, target baru dan ini sudah disetujui," ujar Bachtiar di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Sambung dia, mengutarakan serapan 1,8 juta ton ini akan dilakukan secara bertahap. Hal ini menunggu masa panen dari petani pada bulan Februari mendatang. "Sudah dalam proses nanti kita tenderkan. Tunggu aja. 100 ribu udah disalurkan. Nah 13 di sana, sekarang 60, sebentar lagi masuk 100 ribu ton dan ini bertahap," paparnya.



Sebagai informasi, Bulog akan terus meluncurkan kegiatan operasi pasar di tahun 2019 secara massif dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium. Bulog juga bekerja sama dengan Satgas Pangan POLRI untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan KPSH beras medium ini guna menghindari penyimpangan di lapangan.

Sebelumnya Perum Bulog memastikan tidak akan mengimpor beras sampai Juli 2019, lantaran cadangan beras nasional diklaim melimpah. Dirut Bulog Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas menerangkan, cadangan panen raya yang terjadi di Februari akan menyerap 1,8 juta ton beras sehingga tentunya bakal tambah cadangan beras Bulog.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak